92 Persen Kasus Seksual Anak

Selasa, 13 Maret 2018 08:05 D. Farhan Kamil Daerah

92 Persen Kasus Seksual Anak

Wabup Siapkan Perda Perlindungan Anak

Koropak.co.id - Ketua Komisi Pelindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan, terhitung mulai bulan Januari 2018 hingga bulan Maret ini, tercatat 12 kasus yang menimpa anak-anak di Kabupaten Tasikmalaya. 92 persennya adalah kekerasan seksual.

92 Persen Kasus Seksual Anak
Ato Rinanto

Tiga setengah bulan lalu, KPAID menangani kasus sodomi di Kecamatan Singaparna yang dilakukan anak-anak usia 16 tahun, dengan jumlah korban sebanyak delapan orang anak. Hari ini pun pihak KPAID mengawal kasus serupa, dimana pelakunya berusia 11 tahun dan merupakan korban dari kasus tiga setengah bulan lalu itu, dengan jumlah korban sebanyak satu orang anak. Ditambah lagi dengan kasus hilangnya enam anak-anak yang saat ini telah ditemukan kembali dan masih dalam penanganan.

"Inilah fakta yang ditemukan di masyarakat dan harus menjadi keprihatinan bersama agar lebih konsentrasi terhadap masa depan anak-anak," papar Ato, seusai rapat koordinasi dengan Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, Sekda Kabupaten Tasikmaya, H. Abdul Kodir dan Kapolres Tasikmalaya AKBP Anton Sudjarwo di kantor Wakil Bupati Tasikmalaya, Senin (12/3/2018).

Dalam setiap menemukan kasus, KPAID bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya, melakukan langkah-langkah terarah sesuai ketentuan/ protap yang ada. Mulai dari pendampingan psikis, pemulihan kejiwaan dan lain sebagainya.

"Contoh untuk kasus anak-anak hilang kemudian ditemukan, maka mereka kita bawa ke psikolog untuk mengukur sejauh mana psikisnya tergangu. Kemudian mendefinisikan apakah ada unsur pidana baik dalam bentuk eksploitasi atau kekerasan, kemudian melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk dilakukan pelaporan lebih lanjut," papar Ato.

Dari sederet kasus yang muncul di kalangan anak-anak, ia berharap pihak pemerintah agar dapat memberikan perhatian lebih maksimal, melalui sentuhan-sentuhan dan pembinaan terhadap para korban secara berkelanjutan.

Baca : 6 Anak Di Singaparna Jadi Korban Pencabulan

Diakuinya, saat ini infrastruktur persoalan anak di Pemkab Tasikmalaya masih sangat terbatas. Antara lain dengan belum adanya Peraturan Daerah tentang perlindungan anak-anak dan shelter sebagai tempat menampung dan pemulihan para korban. Disamping itu juga masih terbatasnya psikolog.

"Alhamdulillah, kami hari ini diundang oleh Wakil Bupati dan tanggapannya sangat menggembirakan. Perdanya akan segera dibuatkan termasuk shelter. Ya mudah-mudahan segera terwujud," ucapnya.*

 

Baca pula : Kapolres Ajak Warga Tingkatkan Perhatian


Berita Terkait