Dicetak dengan Pasir Pantai, Inilah Proses Perjalanan Sandal

Minggu, 05 Desember 2021 08:11 Aisya Kartika Nasional

Dicetak dengan Pasir Pantai, Inilah Proses Perjalanan Sandal

 

Koropak.co.id - Sandal merupakan salah satu alas kaki selain daripada sepatu. Saat ini sandal dapat kita peroleh dengan beragam model sesuai dengan yang kita mau.

Umumnya sandal merupakan alas kaki berbahan karet sintetis dengan tali berbentu V yang berfungsi sebagai penghubung bagian depan dan juga bagian belakang dari sandal.

Bentuk sandal jepit baik dulu maupaun sekarang tidaklah berbeda jauh, pasalnya sama-sama dibuat rata pada bagian bawahnya, dan tidak terdapat penutup di bagian atasnya.

Selama ini sandal digunakan sebagai alas kaki dalan kondisi santai, casual, dan tidak resmi. Biasanya digunakan untuk kegiatan sehari hari seperti keluar rumah atau berekreasi di suasana yang tidak formal.

Jika kita lihat saat ini, sandal memang memiliki beagam model dan bentuk, tidak seperti dulu yang terfokus pada satu model saja yang terdapat poros pada bagian depan unuk dijepit oleh ibu jari dan jai telunjuk kaki.

Lalu berbicara mengenai sandal, apakah kamu tahu asal usul darimana dan sejak kapan sandal bisa berkembang hingga diproduksi dengan beragam model dari merek -merek ternama yang membuatnya dibanderol dengan harga fantastis?.

Dalam buku karya Zaenuddin M.H. yang berjudul "Asal Usul Benda-Benda di Sekitar Kita Tempo Doeloe"(2015), terdapat kisah perjalanan sandal dari yang mulanya hanya berbahan kayu dan daun papirus hingga akhirnya menjadi karet sintetis seperti saat ini yang umum sekali kita jumpai.

Alas kaki yang terbuat dari kayu dan daun papirus ini pertama kali ditemukan oleh manusia berlokasi di Mesir. Siapa sangka ternyata untuk mencetak bentuk maupun ukuran kaki, pada masa itu manusia mencetaknya diatas pasir pantai.

Setelah melewati zaman Mesir, kini sandal generasi selanjutnya berawal dari Yunani. Sedikit perkembangan dari era Mesir. Di zaman Yunani sendal dapat mencerminkan status maupun kelas sosial dari seseorang, karena model sandal pada masa itu dapat disesuaikan dengan kegiatan seperti jalan-jalan maupun pesta atau sekedar untuk didalam rumah.

 

Baca : Sejarah Celana Dalam, Berawal dari Cawat Hingga Boxer dan Bikini

Lanjut pada generasi selanjutnya yakni berasal dari Romawi yang merupakan bentuk adaptasi dari model sandal Yunani. Modifikasi yang menjadi ciri khas sandal Romawi adalah tali pengikat yang panjang hingga betis, selain itu alas sandal juga sol nya terbuat dari kulit.

Dimana sandal dengan modifikasi yang dikenal dengan caligae ini membuat para gladiator alias prajurit Romawi dapat bertarung dengan bebas tanpa memikirkan sandal mereka terlepas. Sedangkan dimasa ini, berbeda dengan pria, umumnya para wanita menggunakan sandal yang terbuat dari kain.

Diperkembangan zaman selanjutnya, sol atau alas daripada sandal berubah berbahan dasar gabus yang ditutup oleh kulit yang kemudian dijahit di bagian atasnya.

Tak hanya berbahan gabus, ternyata mulai juga berkembang sandal dengan bahan karet, plastik, ban bekas, anyaman tali hingga anyaman rumput, nah seiring perkembangan mode, sandal wanita dibuat lebih tinggi pada bagian tumitnya.

setelah sandal jepit yang seringkali kita temukan dimana - mana, alas kaki yang termasuk sandal dengan model yang terdapat penutup di bagian punggung dan jemari, namun terbuka pada bagian belakangnya kerap kita kenal dengan sebutan selop.

Tentunya kini kita dapat menemukan beragam model dan bentuk sendal yang unik dan juga menarik dari berbagai brand di Dunia, jika biasa kita hanya mengetahui sandal jepit swallow, keahuilah bahwa banyak sekali model-model sandal dengan variasi yang mewah untuk digunakan dalam momen tertentu.

Bahan sandal saat inipun beragam, tentunya memiliki sol yang lebih kuat dan tak jarang memiliki model yang rumit seperti sandal dengan tali-tali yang melingkar pada kaki.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait