Ketika Sindangkerta Tasikmalaya Jadi Tempat Pelepasan Ribuan Ekor Tukik Penyu

Senin, 13 Desember 2021 08:20 Redaksi Daerah

Ketika Sindangkerta Tasikmalaya Jadi Tempat Pelepasan Ribuan Ekor Tukik Penyu

 

Koropak.co.id - Ini tentang kawasan pantai yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Sindangkerta. Masih asri, hijau, rindang dan tentunya potensial untuk menjaga ekosistem alam.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar) melihat potensi ini. Mereka melirik Suaka Margasatwa Sindangkerta Kabupaten Tasikmalaya untuk hidup ribuah tukik penyu hijau.

Kemarin, 1.000 ekor tukik Penyu Hijau dilepasliarkan di kawasan tersebut. BBKSDA Jabar memiliki keyakinan bahwa Pantai Sindangkerta merupakan tempat yang cocok untuk habitat Chelonia Mydas.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III, Andi Witria Rudianto, menjelaskan, pelepasliaran ini dilakukan dalam rangka peresmian rumah tukik dan mendukung peringatan Hari Nusantara Tingkat Nasional 2021.

“Penyu Hijau yang dilepasliarkan telah melalui serangkaian proses pendaratan, pemindahan ke bak penetasan selama dua bulan hingga dapat dilakukan pelepasliaran,” ujar Kepala Bidang KSDA Wilayah III dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik, pada Sabtu (11/12/2021).

Menurut Kepala Bidang KSDA Wilayah III, tantangan yang dihadapi dalam pelestarian Penyu Hijau adalah kurangnya kesadaran masyarakat.

Selain itu, kata dia, hingga kini belum banyak pihak yang melakukan penelitian di bidang pelestarian penyu hijau sehingga diperlukan kerjasama yang lebih erat antara para pemangku kepentingan.

 

Baca : Bangun Jaringan Informasi Pariwisata Satu Atap

“Kesemuanya memerlukan kerja bersama dan kita patut bersyukur bahwa pada tahun ini telah dilakukan tata batas dalam rangka pengukuhan kawasan oleh BPKH (Badan pemantapan Kawasan Hutan) Wilayah XI Yogyakarta, sehingga optimalisasi kawasan dapat tingkatkan,” kata dia.

Lebih lanjut Kepala Bidang KSDA Wilayah III menjelaskan, kawasan Suaka Margasatwa Sindangkerta telah ditunjuk oleh Menteri LHK sebagai lokasi pelestarian biota laut dan terumbu karang, terutama habitat penyu,

Penunjukkan kawasan yang fokus pada pelestarian penyu diatas areal seluas kurang lebih 90 hektare (ha) itu dituangkan dalam Surat keputusan (SK) No.6964/KPTS-II/2002 pada 2002.

“Diketahui Sepanjang tahun 2021 telah dilepasliarkan tukik kurang lebih sebanyak 1.750 ekor tukik,” imbuh dia.

Pelestarian penyu dinilai merupakan hal yang cukup sulit karena mereka terancam berbagai hal, mulai dari perburuan dan perdagangan illegal, baik daging, telur atau bagian tubuh lainnya, satwa predator, abrasi pantai, hingga penggunaan jaring nelayan yang mengganggu pergerakan aktivitasnya.

Oleh karenanya BBKSDA Jawa Barat membangun sinergi dengan masyarakat dan berbagai pihak lainnya, seperti para akademisi untuk mencegah dan menanggulangi ancaman tersebut dan membangun sarana penangkaran penyu semi alami.

“Sinergitas antar lembaga, akademisi, peran serta masyarakat dan pihak lainnya menjadi kunci keberhasilan yang senantiasa dilakukan dalam rangka upaya pelestarian Penyu Hijau,” kata dia.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait