Sepuluh Senjata Tradisional Jawa Barat yang Tetap Eksis

Kamis, 06 Januari 2022 10:48 Eris Kuswara Provinsi

Sepuluh Senjata Tradisional Jawa Barat yang Tetap Eksis

 

Koropak.co.id - Senjata tradisional Jawa Barat tentunya sangat menggambarkan budaya dan adat istiadat dari masyarakat setempat. Diketahui, banyak sekali senjata yang dibuat secara khusus dengan karakteristik dan fungsi yang dimilikinya.

Dahulu, senjata tradisional yang dibuat oleh masyarakat itu kerap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti berkebun, bercocok tanam, berburu, alat perlindungan diri, ataupun keperluan dapur.

Meskipun sebagian sudah tergerus oleh zaman dan teknologi yang semakin canggih, namun hingga kini masih ada pula sejumlah senjata yang keberadaannya tetap eksis dan digunakan sampai dengan sekarang.

Dilansir dari perpustakaan.id, terciptanya beragam jenis senjata tradisional, tentunya tidak lepas dari pengaruh sejarah masa lalu dari masyarakat Indonesia khususnya Provinsi Jawa Barat yang pernah dijajah.

Selain itu, percampuran budaya dari para pendatang juga turut mempengaruhi terciptanya senjata tradisional tersebut. Oleh karena itulah, muncul berbagai jenis senjata tradisional andalan masyarakat yang kerap digunakan dengan masing-masing senjatanya mempunyai ciri dan fungsi khusus. Berikut Koropak merangkum 10 senjata tradisional Jawa Barat yang bisa kalian ketahui:

1. Kujang

Kujang merupakan salah satu senjata tradisional dari Jawa Barat yang dianggap sebagai benda sakral atau berkekuatan gaib. Dalam bahasa Sunda, Kujang sendiri dimaknai sebagai sebuah pusaka dengan kekuatan magis yang bersumber dari para dewa.

Menurut penelitian, kujang mulai dipakai oleh masyarakat Sunda sebelum abad ke-8. Ukuran dari senjata kujang juga beragam, namun biasanya kujang memiliki panjang mulai dari 20 hingga 25 centimeter.

Konon, dulunya kujang ini kerap difungsikan sebagai senjata perang, sehingga kini kujang pun menjadi barang pusaka simbol keagungan dan pemerintahan. Selain itu, kujang juga sering dijadikan sebagai aksesoris pajangan dinding oleh masyarakat Sunda.

2. Bedog

Bedog atau yang memiliki nama lain golok ini merupakan senjata sejenis pisau, namun memiliki ukuran yang cukup besar. Senjata yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi di sebagian besar masyarakat Jawa, karena hingga kini masih sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ukuran dan bentuk dari bedog juga sangatlah beragam karena disesuaikan dengan kebutuhan. Akan tetapi, pada umumnya bedog berukuran 30 hingga 40 centimeter dan terbuat dari bahan besi atau baja yang ditempa hingga halus dan pipih.

Hingga saat ini, mulai banyak juga dijumpai beragam jenis bedog dengan nama dan fungsi yang berbeda-beda, seperti bedog tani, bedog dapur, bedog pameugelan, bedog pameuncitan, bedog gagaplok, bedog pamoroan, bedog cepot, dan masih banyak lagi.

 

Baca : Sorodot Gaplok, Permainan Tradisional Sunda yang Ciamik

Senjata tradisional bedog ini juga biasanya dilengkapi dengan sarung agar lebih aman saat hendak dipakai. Sarung bedog juga sering disebut dengan istilah serangka atau carangka.

3. Ketam

Senjata tradisional khas Jawa Barat ini juga dikenal dengan sebutan ani-ani. Senjata ini berbentuk seperti kayu genggam dengan sebuah mata pisau di salah satu sisinya. Ketam sendiri biasanya digunakan untuk kebutuhan pertanian, seperti memanen padi atau sayuran kangkung dan sejenisnya.

Dulu, masyarakat mempercayai mitos bahwa pamali menggunakan golok atau celurit untuk memanen hasil pertanian. Namun seiring berjalannya waktu, ketam atau ani-ani mulai tergerus keberadaannya dikarenakan alat tradisional yang satu ini terkesan kurang efektif dan efisien sebab memakan waktu dan tenaga yang banyak.

4. Baliung

Senjata tradisional khas Jawa Barat selanjutnya yang keberadaannya masih eksis hingga saat ini adalah baliung atau yang juga dikenal dengan sebutan patik atau kapak. Senjata ini dikenal sangat kokoh dan kuat dengan mata kapaknya yang runcing.

 

 

Kemudian juga bagian pangkal mata kapaknya pun berdiameter tebal. Sementara bagian gagangnya terbuat dari bahan kayu sepanjang 30 hingga 35 centimeter. Baliung sendiri kerap dimanfaatkan untuk menebang pohon atau membelah kayu dikarenakan memiliki daya tekan yang cukup kuat saat diayunkan.

5. Congkrang

Bagi kalian yang pernah menggunakan alat ini, pastinya beranggapan bahwa bentuk congkrang sangat mirip dengan cangkul. Alat tradisional ini memang menyerupai cangkul, namun berukuran mini dan bisa digenggam serta dioperasikan dengan mudah menggunakan tangan.

Congkrang ini termasuk dalam peralatan pertanian dan perkebunan. Jika cangkul digunakan untuk kaum lelaki, maka congkrang lebih sering digunakan oleh kaum perempuan. Selain itu, alat ini juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan rerumputan liar di sekitar area sawah, kebun, atau pun halaman rumah.

6. Balincong

Senjata tradisional balincong ini diketahui memiliki karakteristik yang hampir menyerupai patik atau kapak. Meskipun begitu, terdapat perbedaan pada bentuk dua sisi mata Balincong yang runcing. Kedua sisinya itu juga sama-sama runcing dengan arah yang berlawanan.

 

Baca : Mengenal Lebih Dekat Tari Merak

Bentuk balincong juga jauh lebih runcing dan pipih jika dibandingkan kapak. Alat tradisional yang satu ini sering digunakan untuk memecah batu ataupun menggali tanah.

7. Sulimat

Sulimat merupakan senjata tradisional dari Sunda yang sering dimanfaatkan untuk mengupas kelapa dari kulitnya yang keras dan berserabut. Sulimat ini juga memiliki mata pisau yang runcing dan tajam pada bagian ujungnya.

Kemudian pada bagian gagangnya yang panjang dan kokoh sering ditancapkan ke dalam tanah agar tidak goyah. Sementara itu, untuk cara kerjanya juga cukup mudah dan simpel yaitu hanya dengan menancapkan kulit kelapa pada mata pisau, lalu ditekan atau diputar. maka kulit kelapa akan sobek dan terkelupas.

8. Arit

Arit menjadi senjata tradisional Jawa Barat yang keberadaannya cukup familier di masyarakat. Bahkan, hampir di seluruh pulau Jawa dan Bali menggunakan alat tradisional yang satu ini untuk kebutuhan sehari-hari terutama di bidang pertanian.

Mata pisau arit juga berbentuk melengkung seperti bulan sabit dan sangat tajam. Arit sering dimanfaatkan untuk memangkas tanaman seperti padi, rerumputan liar, dan semak belukar. Namun, biasanya alat ini sangat populer digunakan untuk mencari rumput sebagai pakan ternak.

9. Bajra dan Gada

Bajra dan gada merupakan salah satu senjata adat dari Jawa Barat yang keberadaannya saat ini sudah mulai langka. Alat ini juga hanya bisa dijumpai di beberapa museum benda-benda bersejarah di Jawa Barat.

Dulu, alat dengan bentuk yang cukup unik ini sering digunakan sebagai alat perlindungan diri. Bagian yang disebut sebagai bajra adalah sisi yang runcing seperti tombak, sedangkan gada berbentuk tumpul untuk memukul.

10. Gacok

Gacok juga menjadi senjata tradisional yang keberadaannya mulai langka. Menurut bahasa Sunda, gacok ini memiliki makna cangkul garpu. Sebab, jika dilihat dari bentuknya, alat ini memang sekilas tampak seperti garpu. Gacok biasanya digunakan oleh para petani untuk memangkas dan mengumpulkan jerami serta rerumputan liar.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait