Puluhan Anak Punk Digaruk

Rabu, 14 Maret 2018 07:10 D. Farhan Kamil Daerah

Puluhan Anak Punk Digaruk

Razia Anak Punk Diwarnai Perlawanan

 

Koropak.co.id - Karena dianggap meresahkan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, sedikitnya 20 anak punk digaruk petugas Kepolisian Polres Tasikmalaya, pada operasi gabungan Polisi, TNI dan Pol PP Kabupaten Tasikmalaya di areal alun-alun dan sekitar Pasar Singaparna, Selasa (13/3/2018).

Beberapa anak punk sempat melakukan perlawanan terhadap petugas, ketika hendak diangkut menggunakan truk Dalmas dan digiring ke Kantor Polres untuk didata dan dilakukan pembinaan.

Puluhan Anak Punk Digaruk

 

Baca : 6 Anak Di Singaparna Jadi Korban Pencabulan

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Tasikmalaya, AKP Pribadi Atma, S.Pd, MH, mengatakan, operasi gabungan tersebut, selain untuk menciptakan kemanan dan kenyamanan bagi masyarakat terkait dengan munculnya sekelompok anak remaja yang dinamai punk, gelandangan, dan orang-orang yang berkeliaran tidak jelas arah, operasi tersebut juga untuk mengimbangi informasi yang beredar terkait kasus hilangnya anak-anak remaja di wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang kemudian ditemukan salah satunya di daerah Bandung.

"Mereka yang berhasil diamankan, rata-rata menunjukkan prilaku dan kegiatan kurang pantas, seperti berkelompok dan bermain gitar di tempat-tempat keramaian dan sebagian di antaranya dalam pengaruh minuman keras," ucap Pribadi.

Mereka, kata Pribadi, akan didata dan langkah selanjutnya akan diserahkan kepada pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tasikmalaya.

"Kita berkoodinasi dengan pihak Dinsos. Nanti arahnya kemana kita menunggu hasil pendataan di sini," ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, petugas gabungan Polisi, TNI dan Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya, merazia sejumlah anak punk yang tengah mangkal di kawasan alun-alun Singaparna.

 

Puluhan Anak Punk Digaruk

 

Baca : Kakek Utak-atik Kehormatan Cucu Tiri

Di antaranya, ada dua anak remaja serta satu perempuan hamil yang tengah duduk dan diduga masih anggota komunitas anak punk dengan indikasi ditemukannya dua jaket anak punk dan dua buah gitar kecil.

Mereka sempat menolak dan melawan saat petugas menggiringnya ke truk Dalmas. Ketiga anak tersebut mengaku tengah jalan-jalan sore.

Tidak jauh dari lokasi, petugas menemukan sekelompok anak punk yang sedang mangkal di depan toko swalayan kawasan pasar Singaparna. Mereka kemudian digiring ke mobil patroli karena dalam pengaruh minuman keras.

Sementara itu, di kawasan Kudang Singaparna, seorang anak punk sempat kabur saat petugas gabungan tiba di lokasi. Tetapi dengan sigap, petugas berhasil menghadang dan mengamankan.

Salah seorang anak punk, Peter yang mengaku dari Aceh dan sudah hampir dua bulan berada di daerah Jawa Barat menyebutkan, ia bersama kelompoknya memilih hidup di luar rumah sebagai cara menemukan jati diri. Untuk bertahan hidup, ia memilih usaha dengan cara mengamen dan meminta-minta.*

 

Baca pula : Kapolres Ajak Warga Tingkatkan Perhatian

 


Berita Terkait