Mengenal Novelis Ayu Utami dan Karyanya yang Berjudul Saman

Rabu, 12 Januari 2022 07:25 Eris Kuswara Nasional

Mengenal Novelis Ayu Utami dan Karyanya yang Berjudul Saman

 

Koropak.co.id - Justina Ayu Utami atau yang lebih dikenal dengan nama Ayu Utami merupakan seorang penulis novel Saman beragama Katolik yang lahir di Bogor, 21 November 1968 silam.

Anak bungsu dari lima bersaudara ini lahir dari pasangan ayah Johanes Hadi Sutaryo dan ibu Bernadeta Suhartinah. Bungsu dari lima bersaudara ini bernama lengkap Justina Ayu Utami dan beragama Katolik.

Diketahui, Ayu Utami mulai dikenal sebagai novelis, sejak novelnya berjudul Saman menjadi pemenang dari sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1998.

Kehadiran Ayu Utami dengan novelnya Saman ini ternyata mengundang banyak sekali kontroversi. Namun, terlepas dari semua itu, novel karyanya justru dipuji oleh banyak pihak hingga tergolong laris (best seller) di pasaran.

Dilansir dari ensiklopedia.kemdikbud.go.id, tercatat hanya dalam waktu selama tiga tahun, Saman berhasil terjual hingga 55 ribu eksemplar.

Selain itu, berkat Saman pula, Ayu Utami menyabet penghargaan Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag yang mempunyai misi dalam mendukung dan memajukan kegiatan di bidang budaya dan pembangunan.

Latar pendidikan Ayu Utami sendiri meliputi SD Regina Pacis, Bogor (1981), SMP Tarakanita 1 Jakarta (1984) dan SMA Tarakanita 1 Jakarta (1987).

Setelah lulus SMA, selanjutnya Ayu pun masuk Jurusan Sastra Rusia di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1994). Kemudian dilanjutkan ke Advanced Journalism, Thomson Foundation, Cardiff, UK (1995) dan Asian Leadership Fellow Program, Tokyo, Japan (1999).

Tak hanya itu saja, berbagai pekerjaan pun pernah dijalani oleh Ayu Utami. Mulai dari menjadi salah satu finalis gadis sampul majalah femina (1990) dengan berhasil masuk urutan kesepuluh dan membuat Ayu Utami pernah mencoba menggeluti dunia model.

Ayu juga pernah bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan pemasok senjata serta pernah bekerja di Hotel Arya Duta sebagai guest public relation.

Terakhir, Ayu pernah bekerja di dunia jurnalistik. Bahkan saat itu, Ayu merasa cocok dengan pekerjaan tersebut. Di dalam dunia jurnalistik, Ayu Utami pernah menjadi wartawan lepas Matra, wartawan Forum Keadilan, wartawan D&R, dan menjadi anggota Sidang Redaksi Kalam, serta Kurator Teater Utan Kayu.

Sementara itu, kegiatan lain yang ditekuni oleh Ayu Utami yaitu menjadi pendiri dan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan peneliti pada Institut Studi Arus Informasi. Pada tahun 1994, Ayu Utami termasuk ke dalam wartawan yang ikut menandatangani Deklarasi Sinargalih, yang merupakan tonggak berdirinya AJI.

 

 

Baca : Marah Rusli, Pencetak Tradisi Sastra Indonesia Modern

Untuk itulah, dia sampai harus rela dipindahkan dari bagian redaksi ke bagian pemasaran di tempat dirinya bekerja, majalah Forum. Meskipun begitu pada masa kecilnya, dunia tulis menulis sebenarnya tidak begitu akrab dengannya.

Selain itu, karir dalam dunia jurnalistiknya tersebut dimulai ketika Ayu secara iseng mengirimkan cerpen humornya dalam lomba yang diadakan majalah Humor sekitar tahun 1989 hingga 1990 dan saat itu dia memperoleh juara harapan.

Kemenangan cerpennya di majalah Humor itulah yang menarik dirinya untuk menjadi wartawan paruh waktu di majalah tersebut. Berhubungan kantornya juga berdekatan dengan Majalah Matra, sehingga membuat Ayu pun menjadi dekat dengan orang-orang Matra.

Sehingga dia pun menjadi wartawan di majalah khusus trend pria tersebut dan mulai dari sanalah Ayu menyadari ada bakat menulis. "Soalnya, beberapa tulisan saya tidak pernah diedit total," kata Ayu Utami kala itu.

Bagi Ayu, mengarang merupakan kesediaan melibatkan, meleburkan diri dan menerima kemungkinan-kemungkinan yang tidak direncanakan. Diketahui, hal tersaebut disampaikannya dalam artikelnya yang berjudul "Membantah Mantra, Membantah Subjek" (Jurnal Kalam, edisi 12, 1998).

Darah seni sebenarnya sudah mengalir dalam tubuhnya, karena salah seorang keluarga Ayu Utami adalah seorang penembang lagu-lagu Jawa. Selain itu juga sejak kecil Ayu sendiri sudah senang melukis.

Untuk mengembangkan bakat melukisnya itu, Ayu Utami sempat berkeinginan masuk ke Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun pada saat itu, orangtuanya tidak menyetujui keputusannya. Sehingga Ayu pun kemudian kuliah di Jurusan Rusia, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.

Ayu Utami mengaku bahwa dirinya tidak terlalu senang membaca dan bacaan yang dibacanya setiap saat adalah Alkitab. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila dalam novel Saman terdapat petikan-petikan ayat Alkitab.

Ayu juga mengakui bahwa di dalam karyanya tersebut ada kecenderungan menulis tentang pastor dan suster. Bahkan pada waktu kecil, Ayu ingin menjadi suster. Selama ini, Ayu Utami dikenal sebagai pengarang novel Saman yang sering disebut sebagai contoh karya dengan ciri "keterbukaan baru" dalam membicarakan seksualitas.

Namun, dapat dikatakan juga Ayu bukanlah seorang pengarang yang produktif. Tercatat, karya Ayu yang lainnya adalah novel Larung (2002), Bilangan Fu (2008), dan kumpulan Esai Si Parasit Lajang (Gagas Media, Jakarta, 2003), Lalita (Gramedia Pustaka Utama, 2012).*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait