Joged Bumbung yang Kian Terkikis Gerak Erotis

Rabu, 12 Januari 2022 15:48 Eris Kuswara Nasional

Joged Bumbung yang Kian Terkikis Gerak Erotis

 

Koropak.co.id - Joged Bumbung merupakan salah satu tarian tradisional dan pergaulan dari Provinsi Bali. Biasanya tari tradisional ini dipentaskan dalam acara sosial kemasyarakatan di Bali, seperti dalam acara pernikahan, pada musim sehabis panen dan hari-hari raya.

Seiring berjalannya waktu, tari Joged tersebut pada akhirnya menjadi tari pergaulan masyarakat Bali yang kemudian menjadi sebuah tradisi.

Menariknya lagi, Joged Bumbung tersebut ternyata masuk juga sebagai salah satu dari sembilan Tari Bali yang menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dunia.

Dilansir dari berbagai sumber, Joged bumbung juga menjadi inspirasi keluarnya jenis tarian baru yang dikenal sebagai Tari Agirang. Tari Joged Bumbung ini juga mengandung nilai-nilai moral dan mengangkat tema sosial.

Sementara itu, tujuan diciptakannya karya tari Agirang ini agar mengubah persepsi masyarakat Bali terhadap tari Joged Bumbung yang telah berkembang lebih erotis.

Selain itu, Joged Bumbung juga diharapkan akan tetap memiliki nilai-nilai budaya tinggi yang berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

Berdasarkan sejarahnya, tarian ini diperkirakan berasal dari daerah Buleleng dan sudah ada sejak tahun 1940-an. Tarian ini pada awalnya merupakan sebuah tarian pergaulan yang diciptakan oleh para petani sebagai hiburan di kala sedang beristirahat setelah bekerja di lumbung.

 

 

Baca : Mengenal Tari Cukin Khas Kabupaten Tangerang

Siapa sangka, tarian ini justru banyak diminati oleh masyarakat, hingga pada akhirnya terbentuklah kelompok-kelompok seni. Joged Bumbung juga merupakan tarian bersifat partisipatif dengan mengajak penonton untuk menari bersama.

Ditarikan oleh penari wanita yang kemudian mencari pasangan pria dari para penonton untuk diajak menari bersama. Tarian joged bumbung ini juga memiliki pola gerak yang lincah dan dinamis serta dibawakan dengan penuh improvisasi dari penarinya.

Namun adanya persaingan, mengakibatkan para kelompok-kelompok tari ini berinovasi dengan berbagai hal, termasuk juga dengan memasukkan unsur goyangan dan mengajak pengibing menari dan menariknya kedalam tarian.

Biasanya, dalam tarian ini juga ada suara gamelan bedug di pertengahan yang menandakan pengibing dan penari siap-siap untuk melakukan candaan meskipun ada sedikit unsur erotis. Tarian ini biasanya diiringi dengan seperangkat musik dari bambu.

Ditengah maraknya penampilan tari Joged Bumbung yang semakin erotis dan tersebar luas di berbagai media sosial, di sisi lain sejumlah sekaa tari justru masih mendalami tari joged bumbung dengan pakem tari joged Bali klasik yang masih mengutamakan nilai etika. Salah satunya adalah tari joged yang dibawakan oleh Sekaa Suara Mekar, Banjar Antap, Panjer Denpasar.

Dalam tarian itu, Gambelan Jogeg Bumbung, sebuah barungan gambelan yang dipergunakan untuk mengiringi tarian Joged Bumbung. Gambelan Joged Bumbung itu disebut juga dengan Gambelan Gerantangan karena pokok dari instrumennya adalah Gerantang yaitu gender yang tebuat dari bambu, berbentuk bambu dan memakai laras slendro 5 (lima) nada.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait