Rijsttafel, Hidangan yang Jadi Daya Tarik Turis pada Zaman Dulu

Rabu, 12 Januari 2022 19:43 Eris Kuswara Nasional

Rijsttafel, Hidangan yang Jadi Daya Tarik Turis pada Zaman Dulu

 

Koropak.co.id - Pada zaman dahulu, rijsttafel menjadi salah satu hidangan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis. Diketahui, hidangan ini biasanya disajikan pada saat makan siang dan makan malam.

Rijsttafel sendiri merupakan hidangan berbagai macam lauk pauk (daging, ikan) dan sayuran dengan hidangan utamanya berupa nasi (rijst) ditambah sambal dan begitu juga untuk pengolahannya.

Selain berbagai macam masakan, rijsttafel juga disajikan oleh banyak pelayan (jongos) yang berpakaian seragam lengkap sambil membawa baki perak berisi berbagai masakan.

Dilansir dari buku 'Titik Balik Historiografi di Indonesia' yang disunting Djoko Marihandono menuliskan, sajian rijsttafel tersebut kala itu mendapat kritikan dari wisatawan asal Inggris, Charles Walter Kinloch (Bengal Civilian) yang berkunjung ke Jawa pada tahun 1852.

"Kinloch mengkritik hidangan dingin dan gaya makan Belanda yang menyajikan seluruh hidangan pembuka dan penutup secara sekaligus. Bahkan menurutnya hidangan tersebut tidak cocok dengan perut orang Inggris," tulisnya.

Tak hanya itu saja, Kinloch juga mengkritik penggunaan sendok dan garpu serta tak dikenalnya penggunaan pisau mentega dan sendok garam hingga tata cara makan di perjamuan Gubernur Jenderal (Kinloch, 1987:33).

Selain Kinloch, Desire Charnay yang pergi ke Jawa dengan mengembang misi resmi dan surat rekomendasi dari Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1878 khususnya Kementerian Pendidikan juga turut membagikan pengalamannya dalam menikmati masakan di hotel.

 

Baca : Mengintip Peran Kuliner dan Pariwisata Zaman Belanda

Charnay mengungkapkan bahwa hidangan sayur kari berisi nasi, ditambah telur dadar, kemudian ikan asin, ayam, daging kambing, ketimun dan bistik serta diatasnya disiram sambal dan dibubuhi 4 hingga 5 jenis acar merupakan campuran yang menjijikan.

Masakan itu pun ternyata tidak lain adalah rijsttafel yang memang dibanggakan oleh orang Belanda di Hindia. Saking terkenalnya, hidangan ini juga turut menarik perhatian Augusta de Wit. Setidaknya dua hal yang menarik perhatiannya yaitu hidangannya disajikan di bagian belakang hotel serta pakaian para pelayan pribumi yang menghidangkan rijsttafel.

Dengan kaki telanjang, mereka pun mengenakan pakaian potongan resmi semi Eropa yang dikombinasikan dengan sarung dan ikat kepala. Di sisi lain, isi aneka hidangan rijsttafel juga menarik perhatiannya.

Hidangan utamanya yiatu nasi dan ayam yang juga dilengkapi dengan aneka lauk pauk seperti daging asap, ikan dengan berbagai bumbu kari, saus, acar, telor asin, pisang goreng dan tidak ketinggalan juga sambal ati ayam yang semuanya diberi bumbu cabai.

Selain itu, seorang kartunis Prancis, Oscar Fabres (1894-1960) menuangkan pengalaman gastronominya dalam dua kartun yang dimuat di Bataviaasch Nieuwsblad pada tahun 1932. Tercatat kedua kartun itu berjudul 'Eerste kennismaking net de rijsttafel (Perkenalan pertama dengan rijsttafel).

Sedangkan untuk kartun keduanya berjudul 'Na de eerste rijsttafel in Hotel des Indes' (Setelah rijsttafel pertama di Hotel des Indes) Kartun-kartun lainnya tentang rijsttafel dan tak kalah menariknya yaitu yang menggabungkan antara fantasi dan kenyataan seperti dalam Aux Undes Neerlandaises (1934).*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait