Rahasia Terpendam dari Rendang

Kamis, 13 Januari 2022 07:17 Eris Kuswara Nasional

Rahasia Terpendam dari Rendang

 

Koropak.co.id - Siapa yang tak kenal dengan Rendang? Makanan tradisional asli Indonesia ini menjadi salah satu makanan terenak di dunia hinggga pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai The World's 50 Most Delicious Foods List (50 World's Best Cuisine) yang diselenggarakan oleh CNN internasional.

Namun sebelum menjadi populer seperti sekarang, ternyata rendang memiliki sejarah yang panjang. Kata rendang sendiri berasal dari kata merandang atau randang.

Merandang sendiri berarti memasak secara perlahan dengan mengaduk bumbu gulai sampai menjadi kehitaman. Sehingga pada dasarnya rendang pun merupakan sebuah teknik memasak.

Dilansir dari berbagai sumber, Rendang Minang dimasak selama 6 hingga 8 jam pada temperatur 80 hingga 95 derajat dengan aneka bumbu tradisional seperti bawang putih, cabai merah, jahe, merica dan aneka rempah lainnya.

Bahan yang digunakan dalam rendang sendiri yaitu daging sapi, dikarenakan berdasarkan sejarahnya, hewan tersebut banyak terdapat di Minangkabau. Hingga pada akhirnya mereka pun mengolahnya menjadi masakan bernama Rendang.

Diketahui, karakteristik dari rendang Minang ini yaitu bertekstur kering dan memiliki aroma yang kuat dikarenakan proses memasaknya yang lama. Hal ini pun menghasilkan warna rendang yang cokelat gelap.

Berdasarkan data dari Arsip Belanda menjelaskan bahwa orang Minangkabau sudah melakukan interaksi rutin dengan orang India pada abad ke 15 dan mereka datang ke Minangkabau untuk berdagang dan membawa kebudayaan khasnya.

Sebagaimana dilansir dari sciencedirect.com, kombinasi antara daging dan bumbu di India Utara yang dikenal dengan kari, dipercaya menjadi pendahulu dari masakan rendang.

Maka, bisa dikatakan rendang mendapat pengaruh dari kebudayaan kuliner India. Menyebarnya rendang ke banyak daerah itu berasal dari tiga daerah utama di Sumatera Barat yang dikenal dengan istilah Luhak nan Tigo. Tiga wilayah ini meliputi Luhak Agam, Luhak Payakumbuh dan Luhak Tanah Data.

 

 

Baca : Muasal Jajanan Tradisional Klepon dan Filosofinya yang Luhur

Kemudian dari tiga daerah tersebut, rendang pun mulai menyebar ke daerah lain dengan beragam penyesuaian bumbu yang tergantung pada lingkungan alam setiap wilayahnya.

Contohnya seperti rendang lokan yang berarti rendang kerang laut di Pariaman. Ada juga rendang belut di Batusangkar dan juga rendang itik di Bukittinggi.

Sementara itu, Orang Minang percaya bahwa rendang memiliki tiga makna filosofis yakni kesabaran, kebijaksanaan, dan kegigihan. Sebab, memasak rendang memerlukan kesabaran, kegigihan dalam mengaduk serta kebijaksanaan dalam mengatur api.
Kebijaksanaan tersebut dibutuhkan untuk memilih bahan yang tepat agar nantinya dapat menghasilkan rasa yang nikmat. Sebenarnya rendang sendiri merupakan makanan spesial yang biasa disajikan pada acara-acara khusus.

Secara simbolis, Rendang merupakan makanan yang merefleksikan sebuah kebanggaan dan kehormatan. Maka dari itulah rendang biasa dimasak untuk acara penting seperti penobatan gelar datuk, pernikahan dan acara penting lainnya.

Untuk bahan baku pembuat rendang juga menyimbolkan sesuatu yang luhur. Misalnya daging yang merupakan menu utama dari rendang yang menyimbolkan ibu kandung yang akan memberikan kemakmuran pada anaknya. Kelapa sebagai bahan dasar santan pun menyimbolkan intelektual dan kebersamaan.

Pakar kuliner Nusantara, William Wongso menyebutkan bahwa selain di indonesia, ada juga rendang Malaysia yang berwarna le lebih terang. Orang Malaysia juga dalam mememasak rendang hanya membutuhkan waktu selama 6 jam, berbeda dengan rendang Indonesia yang dimasak selama 8 jam.

Dengan dimasak hanya 6 jam, maka akan muncul kuah yang kental dan santan yang mengeluarkan minyak dan hidangan ini biasanya dikenal di Indonesia dengan nama Kalio.

Karakter rendang Malaysia juga diketahui cenderung basah dan warnanya tidak gelap seperti rendang Indonesia. Selain itu, pengaruh bumbu kari India lebih dominan pada rendang Malaysia.

Perbedaan lainnya mengatakan bahwa rendang Malaysia menggunakan gula merah sebagai peningkat rasa, berbeda dengan rendang Indonesia yang mendapatkan rasa manis dan gurih alami dari karamelisasi santan buah dari memasak yang lama.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait