Enam Prosesi Adat Sunda Saat Pernikahan

Kamis, 13 Januari 2022 07:46 Eris Kuswara Nasional

Enam Prosesi Adat Sunda Saat Pernikahan

 

Koropak.co.id - Pernikahan merupakan upacara sakral mengikat janji nikah di hadapan agama, hukum, dan sosial. Banyaknya adat dan kebudayaan di Indonesia, menjadikan Indonesia memiliki banyak sekali ragam pernikahan adat.

Salah satunya, pernikahan adat Sunda yang memiliki prosesi cukup panjang. Pasalnya, rangkaian prosesi pernikahan tersebut tidak hanya dijalankan pada hari H pernikahan.

Namun beberapa hari sampai seminggu sebelum hari pernikahan pun sudah dibuka dengan beberapa prosesi pra nikah adat Sunda.

Berikut acara, ritual, dan prosesi yang dilakukan dalam pernikahan adat Sunda sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber:

1. Neundeun Omong (Menyimpan Janji)

Neundeun Omong atau menyimpan janji atau ucapan merupakan prosesi yang dilakukan untuk memastikan sang calon pengantin wanita belum menerima lamaran dari orang lain.

Selanjutnya, kedua orang tua dari pihak pria nantinya akan menghampiri kedua orang tua dari pihak wanita untuk menanyakan hal itu.

Sebenarnya ritual ini lebih sering dilakukan pada pernikahan zaman dahulu. Sebab, pada zaman itu banyak anak yang belum tahu akan dinikahkan padahal sudah terjadi kesepakatan antara kedua pihak orang tua.

2. Narosan atau Nyeureuhan (Lamaran)

Untuk menindaklanjuti Neundeun Omong, prosesi lamaran pun dilakukan. Para prosesi ini, pihak keluarga calon mempelai pria akan menyerahkan Sirih lengkap beserta uang pengikat sebagai isyarat bahwa pihak pria sudah bersedia ikut membiayai pernikahan. Selain itu, pihak calon pengantin pria juga akan memberikan cincin meneng atau cincin belah rotan sebagai tanda ikatan.

3. Nyandakeun (Seserahan)

Nyandakeun atau seserahan merupakan prosesi yang di mana pihak calon mempelai pria akan menyerahkan beberapa perlengkapan untuk pernikahan seperti uang, pakaian, perabotan rumah tangga, makanan dan lainnya.

 

 

Baca : Mengungkap Muasal Istilah Sunda

Begitu juga dengan pihak calon mempelai wanita yang membalasnya dengan seserahan yang diberikan pada pihak laki-laki. Prosesi seserahan pada pernikahan adat Sunda ini biasanya dilakukan tujuh sampai satu hari sebelum hari pernikahan.

4. Ngeuyeuk Seureuh

Prosesi Ngeuyeuk Seureuh ini akan dipimpin oleh Pengeuyeuk. Nantinya, Pengeuyeuk akan mempersilahkan kedua calon pengantin untuk meminta izin dan doa restu dari orang tua dengan diiringi lagu kidung oleh Pengeuyeuk.

Calon pengantin juga akan disawer beras yang bermakna hidup sejahtera. Setelah itu kemudian dikeprak dengan sapu lidi disertai nasehat, kain putih penutup Pengeuyeuk pun dibuka.

Prosesi dilanjutkan dengan pembelahan mayang jambe dan buah pinang oleh calon mempelai pria yang kemudian akan diakhiri dengan menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali oleh calon mempelai pria.

5. Membuat Lungkun

Prosesi ini biasanya dilakukan sehari sebelum acara pernikahan dan hanya boleh dihadiri oleh orangtua kedua calon mempelai dan keluarga dekat saja.

Kedua mempelai nantinya akan dihadapkan dengan dua lembar sirih bertangkai yang kemudian digulung menjadi satu memanjang.

Setelah itu, akan diikat dengan benang kanteh, lalu diikuti kedua orangtua dan tamu undangan.

Prosesi pernikahan adat Sunda ini ternyata memiliki makna agar kelak jika mendapat rezeki yang berlebihan, bisa dibagi kepada sanak saudara.

6. Berebut Uang

Terakhir dilanjutkan dengan prosesi Berebut Uang. Tata cara prosesi ini, dilaksanakan di bawah tikar sambil disawer. Makna dari prosesi ini adalah berlomba-lomba dalam mencari rejeki dan disayang keluarga.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini