Cerita Eksotisme Kartu Pos dan Kuliner Zaman Belanda

Kamis, 13 Januari 2022 12:20 Eris Kuswara Nasional

Cerita Eksotisme Kartu Pos dan Kuliner Zaman Belanda

 

Koropak.co.id - Selain menjadi memorabilia dan jendela bagi kehidupan masa lampau, menariknya lagi pada masa itu kartu pos juga digunakan sebagai sarana promosi kuliner, khususnya makanan khas daerah setempat.

Diketahui, banyak sekali kartu pos yang menggambarkan penjual makanan keliling di Hindia. Namun, selain hidangan kaki lima, ada juga yang menggambarkan fasilitas mewah dalam menikmati santapan di Hindia.

Contohnya seperti kartu pos bergambarkan ruang makan mewah Java Hotel (Haks 2004:89) atau juga ruang makan Hotel Marinus Jansen dengan deretan pelayan berpakaian lengkap (Haks 2004:137).

Dilansir dari buku 'Titik Balik Historiografi di Indonesia' yang disunting Djoko Marihandono menuliskan, tidak hanya melalui gambar, tulisan Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918 mengambarkan aneka makanan yang dikonsumsi penduduk Hindia.

"Seperti hidangan daging banteng, kerbau, kambing, kijang dan kelinci yang dikonsumsi penduduk Jawa. Kemudian ada juga daging kuda yang dikonsumsi penduduk Sumba, daging orang utan dan kera dikonsumsi penduduk Borneo (Kalimantan), daging kelelawar oleh penduduk Minahasa, daging anjing oleh penduduk Batak, Papua dan Tionghoa," tulisnya.

 

Baca : Pedagang Keliling Zaman Dulu Bagi Turis Dianggap Restoran Berjalan

Tak hanya itu saja, gambaran tersebut pun turut diperkuat oleh penulis Etnograpische Beschrijving der Dajaks (1870) M.T.H. Perelaer dalam novelnya 'Borneo van Zuid naar Noord' yang menceritakan kuliner hutan yang lezat, mulai dari rusa, celeng, tambilok (ular putih), lindung, kujang (semacam umbi-umbian) hingga sop daging kera (Perelear 2006:212).

Sementara itu, Louis Couperus dalam laporam turistiknya di Hindia yang dibuat khusus untuk Haagsche Post, menceritakan bahwa orang Batak adalah kanibal dan menurutnya pada tahun 1907 masih ditemui daging manusia di pasar dengan bagian yang lezatnya adalah pipi dan jantung tangan (daging pada tangan).

Mereka yang dimakan itu biasanya diketahui para pencuri dan pezinah. Bahkan pada saat perang, lawan yang kalah itu juga biasanya akan dimakan oleh pemenangnya.

Selain Couperus, cerita tentang daging manusia itu juga turut disinggung oleh Perelear yang menceritakan bahwa orang Ot di Kalimantan yang tak menolak jika mereka harus menikmati daging manusia tanpa lombok dan garam (Perelear 2006:263).

Gambar-gambar dari kartu pos serta cerita-cerita tersebut tentunya menarik perhatian para calon wisatawan asing. Bahkan kemungkinan besar keinginan untuk mencicipi makanan 'eksotis' itu juga sudah tertanam sebelum mereka menginjakkan kaki di Hindia Belanda.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait