Sebelum Dilarang, Ganja Pernah Dijadikan Obat dan Budaya Hippie

Kamis, 13 Januari 2022 19:07 Eris Kuswara Nasional

Sebelum Dilarang, Ganja Pernah Dijadikan Obat dan Budaya Hippie

 

Koropak.co.id - Ternyata, jauh sebelum digunakan sebagai narkoba, ganja memiliki sejarah yang cukup panjang. Bahkan, eksistensinya pun sudah tersebar di berbagai wilayah di penjuru dunia.

Profesor geografi di University of Kansas, Barney Warf menjelaskan bahwa sebenarnya penggunaan ganja sendiri dilakukan di Asia sejak ribuan tahun yang lalu.

"Pada era premodern, ganja lebih banyak dipakai sebagai obat dan tujuan spiritual. Contohnya yang dilakukan Suku Viking dan Jerman kuno yang memanfaatkan ganja untuk meredakan sakit pada saat melahirkan dan sakit gigi," kata Barney.

Dilansir dari berbagai sumber, berdasarkan sejarah tersebut, di beberapa negara kini ganja telah dilegalkan. Akan tetapi menurut Barney, ganja yang kini lebih dikenal sebagai narkoba merupakan hal yang baru.

"Gagasan mengenai ganja sebagai obat berbahaya (narkoba) adalah pemikiran yang baru-baru ini dibangun," ucapnya.

Sementara itu, di Indonesia sendiri, ganja diklasifikasikan sebagai narkotika golongan 1 berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1976 kemudian Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.

Selain itu, sebelum adanya larangan ketat terhadap penanaman dan kepemilikan serta penggunaan ganja, di Provinsi Aceh, daun ganja sendiri menjadi komponen masakan yang umum disajikan dan daun ini kerap dijadikan sebagai sayur dan campuran sambal.

Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), selain Aceh, ganja juga turut ditanam secara ilegal di beberapa provinsi lainnya, seperti di Jambi, Bengkulu, Kalimantan hingga Papua.

Di stepa Asia Tengah khususnya di daerah yang kini dikenal sebagai Mongolia dan Siberia Selatan dipercaya sebagai tempat pertama kalinya tanaman ganja berevolusi.

Bahkan, diketahui dari buku berjudul 'Marihuana: The First Twelve Thousand Years' keluaran Springer (1980) menuliskan bahw sejak dulu, ganja telah dibudidayakan oleh manusia.

 

 

Baca : Mengenal Sistem Irigasi Tradisional dari Bali yang Diakui UNESCO

Biji ganja yang dibakar juga turut ditemukan dalam gundukan pemakaman di Siberia dan disinyalir ditemukan pada 3.000 Tahun Sebelum Masehi.

Di Xinjiang, China, ganja psikoaktif ditemukan di beberapa makam orang-orang mulia. Kemudian di China juga, ganja pertama kalinya dimanfaatkan sebagai obat tepatnya pada 4.000 Tahun Sebelum Masehi.
Ramuan ganja digunakan sebagai anestesi selama operasi.

Dari China, orang pesisir pun membawa ganja ke Korea. Berdasarkan buku 'The Archaeology of Korea' keluaran Cambridge University Press (1993), ganja tiba di Asia Selatan antara tahun 2.000 hingga 1.000 Sebelum Masehi atau ketika wilayah tersebut diserang oleh Bangsa Arya (Indo-Eropa).

Dari Asia Selatan, Bangsa Arya pun membawa ganja masuk ke Timur Tengah dan ganja itu kemudian masuk ke tenggara Rusia lalu ke Ukraina.

Selanjutnya, Suku Jerman kuno lalu membawa ganja ke negaranya dan kemudian sampai ke Britania pada abad ke-5. Selama berabad-abad berikutnya, ganja pun bermigrasi ke berbagai wilayah dunia.

Ganja menempuh perjalanan ke Afrika yang kemudian memasuki Amerika Selatan pada abad ke-19 dan setelahnya ke Amerika Utara. Pada awal abad ke-20, ganja tiba di Amerika dan mulai tahun 1960 muncullah kultur Hippie di Negeri Paman Sam tersebut.

Diketahui, inti dari kultur ini adalah kehidupan yang sederhana dan cinta kedamaian. Para kaum Hippie biasanya akan mendengarkan music psychedelic rock menggunakan rompi dengan aksen rumbai, serta ikat kepala dan kacamata hitam.

Pada masa itu, ganja menjadi salah satu simbol budaya Hippie dikarenakan sifatnya yang merangsang imajinasi. Hal itu dikarenakan ganja sendiri mampu memberikan efek euphoria yang biasa dimanifestokan oleh kaum Hippie untuk menghasilkan berbagai karya.

Sampai dengan sekarang, ganja masih menjadi simbol budaya Hippie dan gambar ganja juga masih bisa ditemukan dalam berbagai barang, termasuk pakaian sehari-hari dan souvenir.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait