Beragam Iklan Manjakan Turis di Zaman Kolonial, Ada Produk Miras

Sabtu, 15 Januari 2022 19:04 Eris Kuswara Nasional

Beragam Iklan Manjakan Turis di Zaman Kolonial, Ada Produk Miras

 

Koropak.co.id - Selain makanan dan minuman khas setempat, pada masa itu para wisatawan juga disediakan makanan dan minuman yang sengaja diimpor dari negara asal.

Contohnya dalam Gids voor Indie dicantumkan iklan DEL MONTE, khusus untuk makanan kaleng impor seperti asparagus, ercis hingga buah-buahan (Gids voor Indie 1933:19).

Dilansir dari buku 'Titik Balik Historiografi di Indonesia' yang disunting Djoko Marihandono menuliskan bahwa berdasarkan data dari Handboek of the Netherlands East Indies 1930, jumlah makanan kaleng yang diimpor dari luar negeri memiliki nilai yang cukup besar.

"Dalam sebuah majalah khusus hotel, Hotel Blad edisi juli 1941, dituliskan bahwa pabrik sosis pertama di Hindia Belanda yang bernama Pabrik Europa berada di Surabaya atau tepatnya di Darmo-boulevard (Hotel Blad 1941:195)," tulisnya.

Selain makanan kaleng, pada masa itu ada juga iklan peternakan sapi di beberapa kota besar seperti di Batavia, Bandung dan Semarang. Contohnya, Melkerij 'Petamboer-an' yang merupakan peternakan tertua dan terbesar yang terletak di Petamboeran, Paalmerah (Gids voor Indie, 1933:23).

Selain itu, ada juga toko FROSCHER'S di Batavia-Centrum yang menyediakan roti dan kue (Gids voor Indie, 1933:55). Tak hanya susu yang segar, ada juga susu dalam kaleng seperti iklan NESTLE'S MELK COdi Batavia-Centrum yang menyediakan susu kalengan seperti yang sekarang kita nikmati (Gids voor Indie, 1933:59).

 

Baca : Kisah Ikan Gurami dan Es Batu Jadi Barang Super Mewah

Begitu juga dengan pabrik air mineral dan limun di kota-kota besar seperti iklan pabrik air mineral dan limur NOVA di Bandung yang menyediakan limonades Hollandsche smaak, Aer Blanda gelijk Apollinaris, Orange Crush (Gids voor Indie, 1933:82).

Sementara itu, tidak lengkap rasanya jika tidak tersedia minuman beralkohol dan dalam Hotel Blad kala itu terdapat iklan minuman JONKER CAPERO, minuman sherry yang diimpor (Hotel Blad, 1941:78). Tak hanya itu saja, pada masa itu juga turut tersedia Heineken's Bier dan lainnya.

Berbagai bir tersebut biasanya disajikan dengan aijer batoe alias es batu yang tentunya bir dingin itu bisa menghilangkan dahaga para turis yang kelelahan setelah berplesiran di udara panas.

Diketahui, bisnis impor minuman keras modern dari Eropa pada masa itu cukup menggiurkan. Sebagaimana dalam laporan Departement van Financien, setidaknya ribuan gulden hasil dari cukai masuk ke kas pemerintah.

Namun ironisnya, Pemerintah Hindia Belanda juga membentuk Alcoholbestrijdings-commisie (Komisi Pemberantasan Alkohol) pada tahun 1918 dengan tujuan untuk menyelidiki dan memerangi penyalahgunaan alkohol di kalangan penduduk Hindia.

Sasaran utama dari komisi ini adalah minuman keras tradisional yang populer di kalangan masyarakat pribumi seperti arak, badeg dan ciu yang menurut polisi saat itu, minuman beralkohol tersebut termasuk minuman gelap tak berizin atau ilegal.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait