Bandara Kertajati Harus Bernuansa Jawa Barat

Jum'at, 23 Maret 2018 11:46 Eris Kuswara Provinsi

Bandara Kertajati Harus Bernuansa Jawa Barat

Dedi : BIJB Harus Terkoneksi dengan Seluruh Tol

Koropak.co.id - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan Bandara Internasional Kertajati harus terkoneksi dengan seluruh tol di Jawa Barat. Selain itu, nuansa bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka tersebut harus memiliki unsur Jawa Barat yang kental.

Hal tersebut disampaikan Dedi di sela Rapimnas Partai Perindo di Jakarta Convention Centre, Kamis (22/3/2018).

Menurut Dedi, tol yang harus terkoneksi dengan bandara tersebut diantaranya Tol Cisumdawu, Tol Bocimi, Tol Cipali dan Tol Citas. Dia berorientasi pada kemudahan masyarakat untuk mendapatkan akses menuju bandara.

“Misalnya warga Cianjur Selatan, daripada pergi ke bandara di Jakarta memakan waktu 6-8 jam, lebih baik ke Kertajati via tol. Waktu tempuhnya bisa hanya 2 jam saja menuju bandara itu, kalau akses tolnya sudah baik,” katanya.

Akan tetapi, pembangunan kemudahan akses tersebut menurut Dedi, bukan tanpa risiko. Wilayah sepanjang akses itu bisa saja dimanfaatkan oleh para penambang ilegal.

“Di Indonesia ini, kalau ada jalan baru, justru alam yang rusak. Karena jalan baru itu mempermudah akses penampang liar, biasa di bibir pantai atau gunung,” ucapnya.

Selain itu, kemudahan akses mengakibatkan industri properti tumbuh dengan pesat. Lingkungan sekitar menjadi ikut rusak karena pembabatan hutan yang akan diubah menjadi wilayah perumahan. Banjir di Kota Bandung, merupakan salah satu contoh yang harus diperhatikan.

“Kalau ada jalan baru, gunung-gunung pasti ditebang pohonnya, apalagi dijadikan perumahan. Kita bisa berkaca pada banjir bandang di Kota Bandung. Itu karena, menjamurnya properti di kawasan Bandung Utara,” katanya.

Sementara itu, Dedi menilai kualitas Bandara Kertajati pun harus setara dengan Bandara Changi di Singapura. Akan tetapi, kata dia, unsur Jawa Barat harus melekat di Bandara Kertajati.

“Caranya, warga setempat harus terlibat di Bandara Kertajati. Keberadaan bandara itu harus melahirkan kesejahteraan bagi warga sekitar. Mereka bisa menjual makanan atau suvenir khas di sana,” ujarnya.

Atas orientasi tersebut, pelatihan bahasa asing menjadi penting diberlakukan kepada warga di sekitar bandara. Melalui soft skill tersebut, kemampuan komunikasi warga setempat ditingkatkan sehingga dapat beradaptasi saat berhadapan dengan wisatawan asing.*