Ketua PBNU Bersilaturahmi Dengan Alim Ulama SePriangan Timur

Minggu, 25 Maret 2018 18:26 D. Farhan Kamil Daerah

Ketua PBNU Bersilaturahmi Dengan Alim Ulama SePriangan Timur

Prof.Dr.KH. Said Aqil Siradj Ajak Umat Islam Bersatu Dan Jangan Berpecah Belah

 

Koropak.co.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj (SAR) mengajak para alim ulama dan masyarakat khususnya warga nahdliyyin untuk memperkuat persatuan dan kekuatan dalam memerangi berbagai ancaman dan tantangan yang akan merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Umat Islam agar tidak mudah dipecah belah dengan berbagai serangan dan hantaman fitnah, ujaran kebencian, atau berita hoax yang bertujuan memecah persatuan dan kesatuan NKRI.

Demikian hal itu dikatakan SAR, pada acara halaqoh alim ulama se-Priangan Timur dengan tema penguatan dalam merawat kebhinekaan NKRI yang damai dan berkah, bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Sindangraja, Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (24/3/2018).

"Umat Islam sejatinya menghormati dan menghargai perbedaan," ujarnya. Sembari mengatakan, jauh sebelum kemerdekaan RI, pada tahun 1915 Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), telah menyebutkan bahwa mencintai negara dan itu bagian dari iman. Maksudnya adalah nasionalisme.

"Maka dalam rangka menjaga kebhinekaan dan keutuhan NKRI salah satunya yaitu dengan cara memperkokoh nasionalisme," imbuhnya.

 

Ketua PBNU Bersilaturahmi Dengan Alim Ulama SePriangan Timur

 

 

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung Drs. KH. Abun Bunyamin, M.Si mengatakan, pentingnya pemahaman mendasar tentang hakikat perbedaan yang senantiasa ada dalam kehidupan di muka bumi ini.

Perbedaan dalam Islam kata dia, dimaknai sebagai ikhtilaf dan itu adalah rahmat. "Manusia itu senantiasa akan berbeda (mukhtalif), Islam melarang umatnya berpecah belah/walaa tafarrokuu," paparnya.

Negara Indonesaia adalah negara bhineka tunggal ika. Walaupun berbeda-beda golongan, suku, budaya, bahasa, maupun agama, tetapi tetap bersatu. Perbedaan ini adalah karunia dan nikmat dari Allah SWT, tuhan semesta alam yang harus senantiasa disyukuri.

"Ungkapan pendiri NU yang terus dihujamkan kepada warga nahdliyin bahwa mencintai negara adalah bagian dari iman. Kita tidak bisa terpisah dengan negara yang berlandaskan UU 1945 dan Pancasila. Dalam negara yang aman, umat Islam dapat menjalankan syariat Islam dengan tenang seperti saat ini," tuturnya.

Dengan dasar pemahaman itu, umat Islam seyogyanya mampu menyikapi segala perbedaan dengan bijak, mengedapan sikap dan perilaku yang santun dan menghormati perbedaan.

"Bangsa ini sejatinya mengambil pelajaran dari sejarah pahit, dimana penjajah telah berhasil menguasai bangsa ini dengan cara adu domba, dipecah belah. Maka marilah bersatu dan sikapi perbedaan itu dengan bijaksana dan sentuhan penuh hikmah. Kedepankan sikap tasammuh/toleransi sebagai modal utama terwujudnya kesatuan dan persatuan. Ini juga yang terus diperjuangkan oleh para alim ulama dengan adanya Islam Nusantara. Yang maksudnya adalah menjalankan Syariat Islam dalam negara yang beraneka ragam," kata dia.

 

Ketua PBNU Bersilaturahmi Dengan Alim Ulama SePriangan Timur

 

 

Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya, H.Ade Sugianto mengatakan, halaqoh sangat penting untuk dapat terus dilakukan, selain untuk memperkuat ukhuwah islamiah, insaniah, maupun ukhuwah wathoniah, disamping itu dapat mengetahui beragam persoalan atau permasalahan yang tengah dihadapi diri sendiri dan bagaimana mencarikan solusinya.

"Kalau di Jawa itu, kita kenal wetonan. Berharap, acara halaqoh ini bisa dilakukan dengan tidak mempersoalkan besar atau kecil, semarak ataupun tidak. Yang paling penting adalah bagaimana umat Islam dapat lebih bersatu dan saling menghormati perbedaan. Perbedaan warna jangan menjadi sebab perpecahan namun perbedaan warna diharapkan dapat menjadi alat pemersatu demi keutuhan bangsa dan negara tercinta ini," tuturnya.

Ditambahkan, ulama dan umaroh diharapkan dapat ikut serta dalam membangun Kabupaten Tasikmalaya tujuannya agar pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya ini, dapat lebih terasa manfaatnya oleh masyarakat.

Ketua Panitia Halaqoh Ulama se-Priangan Timur, Usman Kusmana, M.Si mengatkan, Kehadiran Ketua PBNU di pesantren ini, tidak lain untuk memberikan pencerahan dan transfer ilmu guna menyikapi kondisi bangsa saat ini terutama kondisi umat Islam.

"Mudah-mudahan halaqoh ini memberikan pencerahan bagi umat Islam dalam menyikapi kondisi bangsa saat ini. Umat Islam tidak mudah diadu domba salah satunya dengan berita-berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya," ucapanya.*


Berita Terkait