Indonesia Belum Kokoh Secara Ekonomi

Selasa, 27 Maret 2018 07:30 D. Farhan Kamil Pilkada

Indonesia Belum Kokoh Secara Ekonomi

Koropak.co.id - Kecenderungan sistem pendidikan di Indonesia lebih mengarah kepada bagaimana anak-anak didik mendulang prestasi dan nilai yang baik kemudian menjadi buruh atau pegawai. Sistem pendidikan yang tidak mendorong anak didiknya menjadi cerdas dan mampu membuka lapangan pekerjaan.

Demikian pula dengan pola pikir masyarakatnya yang menghendaki anak-anaknya sekolah di lembaga pendidikan yang bagus, mendapat nilai yang baik dan cepat bekerja.

"Inilah persoalan yang cukup menggelitik di dunia pendidikan kita. Padahal bagi umat Islam, semua sudah paham bahwa Nabi Muhammad SAW saja tidak mengajar kepada umatnya, menjadi pegawai atau buruh," kata calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz), seusai mengunjungi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kecamatan Sukarame, Senin (26/3/2018).

Indonesia Belum Kokoh Secara EkonomiMenurut catatan bank dunia terang Demiz, suatu negara dikatakan kokoh secara ekonomi apabila 4 persen dari jumlah penduduknya adalah pengusaha.

Contoh Singapura yang sudah mencapai 7 persen jumlah penduduknya, berprofesi pengusaha. Di Thailand dengan kondisi negara yang tidak memiliki sumber daya alam sebagaimana yang dimiliki Indonesia ini, sudah mencapai 4,5 persen pengusaha, termasuk di Vietnam yang saat ini sudah mencapai 4 persen.

"Sedangkan di Indonesia, negara yang ditakdirkan Allah SWT sebagai negara yang kaya raya, baru 3,01 persen jumlah penduduknya yang menjadi pengusaha," ujarnya.

Menyiasati kondisi itu, Jawa Barat telah menjalankan program kewirausahaan untuk mencetak wirausaha baru. Dan tidak kurang dari 100 ribu orang per tahunnya yang didorong untuk menjadi
wirausahawan.

Baca pula : Angka Golput Jawa Barat Butuh Sentuhan

Tetapi yang terjadi, program tersebut lebih mengarah kepada output, bukan out come nya.

"Maka jika nanti terpilih menjadi gubernur, kita dorong porgram ini berdasarkan out come-nya bukan sekedar outputnya. Yang kita inginkan adalah penguatan ekonomi di Jawa Barat ini bagaimana. Selama ini, kita tidak mengukur berapa orang yang menjadi wirausahawan dengan sesungguhnya, yang kinerjanya terukur. Bagaimana dampak yang sebenarnya terhadap perekonomian masyarakat di Jawa Barat. Maka ke depan kita akan pertajam ini," tuturnya

Ditanya soal target raihan suara pada pilgub Jawa Barat Juni 2018 nanti, Demiz mengatakan optimis meraih 70 persen suara untuk 2DM.

Indonesia Belum Kokoh Secara Ekonomi
KH. Yusuf Bahar

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Sukarame, KH. Yusuf Bahar mengatakan, berharap yang menjadi gubernur Jawa Barat itu adalah benar-benar pilihan rakyat. Gubernur dengan kriteria sesuai harapan masyarakat Jawa Barat.

"Dari empat calon gubernur Jawa Barat itu, Demiz dinilai lebih pantas dan tepat untuk membangun Jawa Barat ke depan lebih baik dan memegang prinsip Islami. Saya kenal dia sejak 2006 lalu, ia sosok yang jujur dan dermawan. Salah satu contoh kecil adalah Demiz telah membangun pondok pesantren di Kota Sukabumi di atas lahan 6 hektare. Pengelolaan seluruhnya diserahkan kepada salah seorang ulama besar. Ini luar biasa dan ini tidak terekspose media," paparnya.

Ditambahkan, Demiz yang juga seorang aktor dan budayawan ini, dinilai akan lebih mampu larut dan diterima masyarakat melalui pendekatan seni dan budaya yang ia kemas dengan nuansa Islami.

"Para Pencari Tuhan merupakan film karya Demiz yang syarat dengan hikmah dan pelajaran. Bagaimana orang menyikapi sebuah persoalan hidup," ujarnya.*