Ribuan Umat Islam Datangi Polres Tasikmalaya

Jum'at, 06 April 2018 19:05 D. Farhan Kamil Daerah

Ribuan Umat Islam Datangi Polres Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Sedikitnya seribu peserta aksi bela Islam, dari kalangan ulama dan kyai, serta para santri dari sejumlah pondok pesantren dan sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas Islam Indonesia Cabang Kabupaten Tasikmalaya, melakukan aksi damai di halaman depan Kantor Polres Tasikmalaya, Jumat (6/4/2018).

Ribuan Umat Islam Datangi Polres Tasikmalaya
AKBP Anton Sujarwo

Aksi bela Islam tersebut diwarnai long march sepanjang dua kilo meter. Peserta aksi berkumpul di halaman masjid besar Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Raya Bypass Bojongkoneng Singaparna. Dengan pengawalan polisi yang mengatur lalu lintas, masa kemudian bergerak serentak berjalan kaki menuju Mapolres Tasikmalaya Jalan Raya Mangunreja.

Sebelum berorasi, peserta aksi diajak menikmati lantunan adzan yang dikumandangkan salah seorang peserta, kemudian bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ketua Umum DPW FPI Kabupaten Tasikmalaya, Ustadz Anshori menyebutkan, aksi tersebut murni dilakukan sebagai bentuk kekecewaan umat Islam terhadap apa yang telah dilakukan Sukmawati di JCC pada 29 Maret 2018 lalu. Ia nyata-nyata telah membacakan sebuah puisi berjudul Ibu Indonesia yang mengolok-olokkan syariah Islam.

"Secara pribadi, kita tidak memiliki urusan apapun dengan Sukmawati, anak seorang deklarator kemerdekaan Indonesia. Tetapi kita sebagai umat Islam, hari ini bersatu dan bergerak menyuarakan dukungan kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas aksi pembacaan puisi yang dilakukannya, sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku," kata Anshori yang disambut gema takbir peserta aksi.

 

Ribuan Umat Islam Datangi Polres Tasikmalaya

 

Ia berharap, aksi bela Islam ini tidak berlanjut ke Jakarta. "Cukuplah sampai di sini. Kita serahkan sepenuh kepada aparat berwajib untuk membuktikan bahwa Sukmawati telah menista agama dan mengusik kedamaian umat, Islam," tuturnya.

Seusai berorasi yang dilakukan beberapa peserta aksi, sekitar 20 perwakilan ormas Islam duduk bersama dengan Kapolres Tasikmalaya, AKBP Anton Sujarwo untuk menyampaikan tuntutan, dan mendesak agar tuntutan tersebut disampaikan ke Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Dalam tuntutan yang dibacakan salah seorang pengurus PKUB Kabupaten Tasikmalaya, ustadz Wahyu, bahwa puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarno Putri telah menista agama. Bait puisi seperti, "yang ku tahu sari konde lebih cantik dari cadar. Suara kidung lebih merdu dari adzan", adalah penghinaan dan mengolok-olokkan ajaran Islam.

Sukmawati telah melanggar Pasal 156A KUHP tentang Penistaan Agama dan Pasal 16 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Maka Polisi harus mengusutnya.

 

Baca pula : Tasikmalaya Kecam Penista Agama

 

Senada denganya, Ketua FPI Singaparna, Ustadz Riyan mendesak aparat Kepolisian bertindak adil, dan dalam mengusut kasus ini diharapkan tidak ada intervensi dari siapapun dan dari manapun.

"Kita menginginkan kondusifitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini, salah satunya adalah diciptakan oleh bagaimana aparat penegak hukum bertindak cepat alias tidak lambat dan menuntaskan kasus ini secara transparan," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya AKBP Anton Sudjarwo mengapresiasi aksi damai yang dilakukan oleh Forum Kerjasama Ormas Islam Kabupaten Tasikmalaya. Sebagai media untuk menyampaikan kegundahan dan keresahan yang dirasakan umat Islam menyikapi salah satu puisi yang dinilai umat Islam telah menista agama.

"Apa yang telah disampaikan kepada kami, akan segera disampaikan kepada pimpinan dan dipastikan hal ini menjadi bahan perhatian serius," tutur Anton.

Ditambahkan Anton, Tasikmalaya ini menjadi tolak ukur stabilitas, khususnya di wilayah Priangan maupun Jawa Barat. "Untuk itu, mari kita bersama-sama tetap menjaga kondusifitas dan stabilitas agar terwujud kehidupan masyarakat yang aman, damai dan tertib serta taat hukum," ujarnya.*

 

Baca : Umat Islam Serukan Adili Sukmawati

 


Berita Terkait