Kepala BPPD Buka Suara

Rabu, 11 April 2018 17:14 D. Farhan Kamil Pilkada

Kepala BPPD Buka Suara

Koropak.co.id - Terduga pelanggaran kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam hal ini Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Tasikmalaya H. Oyeng Maryana buka suara terkait dugaan keterlibatannya dalam aksi suksesi calon Wakil Gubernur (cawagub) Jawa barat H. Uu Ruzhanul Ulum.

Dengan didampingi staf BPPD, di hadapan komisioner Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya Oyeng memaparkan, foto dirinya bersama Uu Ruzhanul Ulum diambil setahun lalu. Itupun dilakukan bukan dalam konteks kampanye, karena Uu belum resmi dan ditetapkan sebagai Cawagub Jawa Barat.

"Waktu itu saya Ketua Baraya H Uu (Barhu) dengan komunitas mobil Taft Rocky menghadiri acara alumni Miftahul Huda di Sukabumi dan Cianjur. Foto bersama yang dilakukan dengan Pak Uu itu bukan dalam konteks kampanye RINDU, karena saat itu belum terbentuk," tutur Oyeng, kepada Koropak.co.id di Kantor Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/4/2018).

Oyeng pun mengakui sudah sangat paham terhadap aturan yang tidak membolehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) ada keberpihakan kepada salah satu kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada kontestasi Pilgub Jabar 2018.

"Saya tahu aturan. ASN harus betul-betul menjaga netralitas. Apa yang telah terjadi menjadi pelajaran bagi saya," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Taaikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus mengatakan kehadiran H. Oyeng untuk memenuhi undangan Panwaslu dalam rangka klarifikasi terkait dugaan keterlibatannya melakukan dukungan terhadap calon wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum.

"Yang kita undang sudah datang dan memberikan klarifikasi. Ia pun sudah menandatangani berita acara. Selanjutnya akan kita bahas dalam rapat pleno Panitia Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya," kata Aziz.

Baca pula : Inspektorat Kaji Rekomendasi Panwaslu

Ditambahkan Aziz, hasil pleno akan dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya termasuk ke Komisi ASN. Dari keterangan yang disampaikan kepada Panwaslu, kata Aziz, H. Oyeng mengakui dirinya sangat tahu tentang aturan, baik PP 42 Tahun 2004 terkait kode etik dan korps PNS, serta PP 53 Tahun 2010 tentang netralitas ASN.

"Beliau tau Pak Uu akan maju di Pilgub Jawa Barat, sesaat pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya di Gedung Sate Bandung. Beliau sangat tahu terkait hal itu," tutur Aziz.*

Penulis : Farhan