Peringatan MayDay di Kota Tasikmalaya

Selasa, 01 Mei 2018 18:46 Clara Aditia Daerah

Peringatan MayDay di Kota Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Bertempat di Halaman Balekota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun Kota Tasikmalaya, Selasa (01/5/2018) diperingati Hari Buruh Internasional, yang dipimpin Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman, Sekrtaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs H Ivan Dicksan, Kapolres Tasikmalaya AKBP Febry Kurniawan Ma'ruf,S.IK.,SH, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya Hj Nunung Kartini, serta ratusan buruh yang tergabung dalam aksi buruh seperti SBSI, SPSI, dan lainnya.

Dalam wawancaranya kepada Koropak.co.id, berkaitan dengan Hari Buruh Internasional, Walikota mengatakan Pemerintah Kota Tasikmalaya terus berkoordinasi dengan para pekerja, termasuk serikat buruh tentang UMK yang ditetapkan walaupun pengawasannya ada di tingkat provinsi.

 

Peringatan MayDay di Kota Tasikmalaya

 

"Kita juga secara berkala mengunjungi beberapa perusahaan untuk mengecek sejauh mana hak hak dasar azasi manusia termasuk hak para pekerja yang lainnya," ucapnya.

Peringatan MayDay di Kota Tasikmalaya
H. Budi Budiman

Dikatakan Walikota, di era globalisasi sekarang ini yang penting bagaimana dunia usaha bisa berdaya saing, selain kualitas tentunya ini tidak bisa lepas dari kinerja para buruh, produktivitas juga harus ditingkatkan dan bisa bersaing dengan produk yang datang dari luar negeri.

Diperlukan sinergitas antara triparti pemerintah dan serikat buruh, dan sampai saat ini masih terjalin cukup baik.

"Tidak kalah penting adalah mendorong para buruh untuk menjadi anggota BPJS ketenagakerjaan beliau mengatakan kepada para pengusaha jangan menganggap BPJS sebagai beban perusahaan, karena manfaatnya sangat besar untuk kelangsungan hidup buruh dalam bekerja," tutur Walikota.

Berkaitan dengan isu tenaga kerja asing, Walikota mengatakan tenaga kerja lokal harus berani bersaing dengan tenaga kerja asing, karena di era globalisasi sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat. Tapi jangan khawatir pihak imigrasi telah membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), artinya orang asing tidak bisa sembarangan masuk kalau dokumen kelengkapan tidak terpenuhi.

 

Baca pula : Walikota Tasikmalaya Resmikan Timpora

 

Peringatan MayDay di Kota Tasikmalaya
Dani Martin

Sementara Dani Martin, selaku Ketua SBSI DPC PIKEP kepada Koropak.co.id, berharap bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya lebih memperhatikan nasib para buruh yang riil bukan hanya materi atau pidato.

"Intinya pemerintah harus lebih kooperatif dengan kami para buruh dan lebih adil dalam menindak lanjuti pelanggaran yang terjadi di perusahaan, karena di lapangan masih banyak pelanggaran normatif di kota Tasikmalaya," katanya.

Salah satu contoh, kata Dani, masih banyak perusahaan yang melanggar aturan jam kerja, yang jadi acuan Undang Undang Ketenagakerjaan bahwa jam kerja 7-8 jam dalam sehari, selebihnya lembur, bukan loyalitas.

"Ini yang sering terjadi, hubungan karyawan dengan perusahaan itu adalah menjalin hubungan industrial, bukan antara yang menguasai dengan yang dikuasai. Kita bekerja bukan dikerjai. Karena kita diatur oleh Undang Undang Nomor 13 tahun 2003, dan Undang Undang Nomor 2 tahun 2004," katanya.

Begitu juga untuk masalah UMK. Dikatakan Dani, UMK dikategorikan untuk karyawan yang masih lajang, sedangkan kebanyakan karyawan sudah berumah tangga jadi sangat tidak sesuai dan masih jauh dari harapan.*

 


Berita Terkait