Oknum Kepala Sekolah Tertangkap OTT

Jum'at, 11 Mei 2018 18:27 D. Farhan Kamil Daerah

Oknum Kepala Sekolah Tertangkap OTT

 

Koropak.co.id - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tasikmalaya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap salah seorang pengurus/anggota Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan di wilayah Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (11/5/2018).

OTT yang diakukan di salah satu tempat di wilayah Kota Tasikmalaya itu, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Tasikmalaya, berhasil mengamankan barang bukti dari tangan pelaku berstatus PNS yang diketahui berinisial AG alias PP, berupa uang segar sebanyak Rp 145.851.000 yang disimpan dalam sebuah tas dan diduga akan disetor kepada salah seorang yang saat ini masih dalam penyelidikan Polisi.

Uang sebanyak itu, diduga didapatkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang ditarik melalui sejumlah kepala SD Negeri atau melalui bendahara sekolah kemudian disetor ke salah seorang oknum anggota K3S UPT Dinas Pendidikan Sekolah Dasar Kecamatan Salawu.

"Kita berhasil menangkap pelaku dan menyita uang ratusan juta serta mengamankan tas yang digunakan untuk membawa uang tersebut dan sejumlah barang bukti lainnya," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Anton Sudjarwo, kepada wartawan di Mapolres Tasikmalaya.

 

Baca pula : Polisi Tak Mau Gegabah Menetapkan Tersangka

 

Dari penangkapan itu, Polisi kemudian bergerak cepat dan mengembangkan pengungkapan kasus tersebut. Dan sejurus kemudian, Polisi menemukan kembali sejumlah barang bukti yang lebih besar dan didapatkan dari tangan seorang lainnya di kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Salawu berupa uang sebesar Rp 659.401.000 yang disimpan dalam tas ransel berwarna biru muda.

"Untuk sementara, uang sekitar Rp 800 juta sudah kita sita dan kita juga mengamankan seluruh barang bukti lainnya guna pemeriksaan lebih lanjut. Hari ini, kita sudah memeriksa lima orang dari kalangan PNS dan karyawan honorer/sukwan yang diduga memiliki keterkaitan dengan dugaan kasus tindak pidana korupsi ini," papar Anton.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ungkap dia, ada sejumlah dana ratusan juta yang telah dipungut dari sedikitnya 34 SD Negeri dan telah berpindah tangan. "Kita dapatkan jejaknya sekitar Rp 200 juta lebih. Sehingga jika ditotalkan, negara telah dirugikan sebesar Rp 1.062.587.125," ujarnya.

Modus yang digunakan pelaku kata Anton, ada dua cara yang dilakukan yang pertama dengan memunculkan kembali kegiatan-kegiatan yang sebetulnya telah didanai oleh pemerintah pusat, seperti honor pengawas. Cara kedua adalah kegiatan inisiatif oknum UPTD yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis BOS triwulan II tahun 2018. Seperti pengadaan jam dinding, timbangan dan alat peraga pendidikan lainnya. "Tercatat ada 40 kegiatan. Semua kegiatannya fiktif," ucapanya.*

 

 


Berita Terkait