OTT Berangkat Dari Laporan Masyarakat

Sabtu, 12 Mei 2018 07:03 D. Farhan Kamil Daerah

OTT Berangkat Dari Laporan Masyarakat

 

Koropak.co.id - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Satreskrim Polres Tasikmalaya terhadap salah seorang oknum PNS berinisial AG alias PP di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, berawal dari laporan masyarakat di Kecamatan Salawu pada hari Rabu (9/5/2018).

Sang pelapor menyebutkan telah terjadi pemungutan dana BOS SD Negeri se-Kecamatan Salawu oleh K3S pada hari Selasa sampai dengan hari Rabu (8-9/5/2018).

Dari laporan tersebut, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Tasikmalaya, melakukan penyelidikan di lapangan dan berhasil melacak jejak pelaku pemungutan dana BOS tersebut.

Upaya pengintaian yang dilakukan anggota Polres Tasikmalaya itu membuahkan hasil. Polisi berhasil menyita ratusan juta rupiah dari tangan salah seorang oknum PNS di wilayah Kota Tasikmalaya.

Dan setelah dikembangkan, uang ratusan juta dengan nilai lebih besar dibanding sebelumnya, kembali disita Polisi di Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Salawu.

 

Baca pula : Oknum Kepala Sekolah Tertangkap OTT

 

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Anton Sudjarwo mengatakan, saat pertama kali ditemukan, Polisi menangkap pergerakan satu pihak yang menggunakan tas ransel dan ternyata setelah digeledah ditemukan uang ratusan juta rupiah.

"Kita bawa oknum tersebut ke kantornya dan ditemukan kembali tas warna biru dengan isi uang tunai sejumlah Rp 659.401.000," ungkap Anton, Jumat (11/5/2018).

Menurutnya, uang segar ratusan juta tersebut diduga hasil pungutan dari sedikitnya 34 SD Negeri di Kecamatan salawu yang ditarik dari dan BOS dengan modus kegiatan-kegiatan fiktif.

"Dari pengungkapan kasus yang melibatkan pihak UPT Dinas Pendidikan satu kecamatan ini, tidak menutup kemungkinan ada keterkaitan dengan UPT-UPT lain dan di kecamatan lain yang juga melakukan modus serupa. Tetapi kita tidak mau berspekulasi. Itu perlu dibuktikan dan tetap kita berpedoman kepada praduga tak bersalah. Saat ini kita fokus yang ini saja dulu. Nanti ada pengembangan penyidikan,"ujarnya.*

 

Baca pula : Polisi Tak Mau Gegabah Menetapkan Tersangka

 

 


Berita Terkait