Bupati Tasikmalaya Ingatkan Status Kewarganegaraan Jemaah Haji

Kamis, 05 Juli 2018 21:19 D. Farhan Kamil Daerah

Bupati Tasikmalaya Ingatkan Status Kewarganegaraan Jemaah Haji

 

Koropak.co.id - Sebagai seorang negarawan, Bupati Tasikmalaya, H. Uu Ruzhanul Ulum mengingatkan kepada seluruh calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Tasikmalaya, untuk senantiasa menjaga nama baik dirinya dan asal daerah serta negara.

Kepada para calhaj asal Kabupaten Tasikmalaya, ia mewanti-wanti untuk selalu mengingat bahwa dalam paspor tertera status kewarganegaraan Indonesia, Asal Provinsi Jawa Barat dan tinggal di Kabupaten Tasikmalaya.

Demikian penegasan itu diutarakan Bupati pada acara pembinaan manasik haji dan pelepasan calon jemaah haji Kabupaten Tasikmalaya Tahun 1439 H/ 2018 M, di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Rabu (4/7/2018).

"Semua Jemaah haji memiliki status sama di tanah suci, yakni sebagai hamba dan tamu Allah. Berikan tauladan yang baik, kita dikenal sebagai bangsa yang memiliki tutur kata, sikap dan perilaku yang baik. Perlihatkan sikap dan perilaku yang Islami, “tuturnya.

Baca : Wakil Ketua DPRD Imbau Calon Jamaah Haji Asal Jawa Barat

Pada acara yang dihadiri 1.482 orang calhaj dari 39 Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya itu, Bupati  pun memohon agar para calhaj mendoakan untuk kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

“Bantulah doa untuk masa depan bangsa dan negara, agar dapat menjawab tantangan yang tidak ringan di masa depan. Sehingga kita diberikan masa depan yang lebih baik yaitu keadaan bangsa yang aman, adil, demokratis dan lebih sejahtera.

Demikian pula, saya sebagai Bupati turut mendoakan agar para calhaj saat kembali dari tanah suci, mendapat predikat haji mabrur. Maka luruskan niat, lakukan ibadah sesuai syariat Islam sambil memohon ridho-Nya," paparnya.

Baca pula : Bandara Kertajati Siap Layani Haji 2018

Nilai dari ibadah haji itu kata dia, adalah kualitas dan kekhusuannya. ketika beribadah di Masjidil Haram, di Masjid Nabawi, wukuf di Padang Arafah  dan melempar jumroh di Mina, seyogyanya dilaksanakan dengan khusuk. "Pahami makna dan hakekatnya, agar berdampak pada kualitas hidup kita ke depan," kata Bupati. 

Ditambahkan, para Jemaah sejatinya tetap memelihara kesehatan secara optimal. “Pelihara dan jaga kesehatan dan fisik dengan baik. Jangan menganggap remeh untuk memelihara kebugaran jasmani dan kesehatan, ikutilah aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Ibadah haji itu memerlukan kesiapan fisik yang baik, jangan sampai waktu yang harusnya digunakan untuk ibadah. menjadi sia-sia karena sakit, “ terangnya.

Bupati Tasikmalaya Ingatkan Status Kewarganegaraan Jemaah HajiBaca pula : Biaya Transportasi Haji Segera Diperdakan

 

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd mengatakan, tujuan dilaksanakannya  bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Tasikmalaya, adalah  untuk menyegarkan kembali pengetahuan manasik haji yang telah diperoleh di tingkat Kecamatan dan di tiap-tiap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). 

"Sasaran pembinaan manasik haji ini, adalah terpenuhinya pengetahuan tentang manasik haji sehingga para calhaj lebih mandiri dalam menunaikan ibadah haji nanti di tanah suci," tuturnya.

Dikatakan, calhaj asal Kabupaten Tasikmalaya akan diberangkatkan ke tanah suci dalam 5 kelompok terbang (Kloter) dimulai pada tanggal 19 Juli 2018.*

 

Baca pula lainnya :
- Pemkab Tasikmalaya Terancam Kewalahan
- Bupati Tasikmalaya Rombak Susunan Pejabat

 

 


Berita Terkait