Fenomena Kursi Wakil Bupati Tasikmalaya Bak Durian Runtuh

Jum'at, 06 Juli 2018 20:05 D. Farhan Kamil Daerah

Fenomena Kursi Wakil Bupati Tasikmalaya Bak Durian Runtuh

 

Koropak.co.id - Wara wiri isu pengganti wakil bupati Tasikmalaya, sebagai efek kemenangan pasangan RINDU di Pilkada Jabar 27 Juni 2018 lalu, terus bergulir. Posisi Bupati Tasikmalaya yang semula di tempati oleh Uu Ruzhanul Ulum, sejengkal lagi bakal diisi oleh Ade Sugianto. Secara otomatis, posisi wakil bupati akan kosong.

Hal inilah yang kemudian ramai diresfon banyak kalangan termasuk di antaranya oleh dua tokoh sekaligus politisi Kabupaten Tasikmalaya yakni, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PPP Jawa Barat, Basuki Rahmat dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Demi Hamzah Rahadian.

Atas pernyataan kedua tokoh tersebut, salah seorang yang mengklaim sebagai relawan Uu-Ade (HUDA) jilid dua, sekaligus tokoh pemuda Kabupaten Tasikmalaya, Hariyadi Ahmad Satari mengatakan, pendapat kedua tokoh itu layak untuk dihormati dan diharapkan semua pihak mengutamakan suhu Tasikmalaya tetap teduh.

"Fenomena ini ibarat durian runtuh. Namanya durian itukan sehat buat tubuh. Maka, belahlah durian dengan cara ampuh. Kemudian, bagilah durian lezat tanpa gaduh. Niscaya suasana akan tetap teduh dan hati masyarakat tersentuh," ujar Hariyadi kepada Koropak, Jumat (6/7/2018).

Koropak.co.id -  Fenomena Kursi Wakil Bupati Bak Durian Runtuh 2

 

Jika melirik aturan negara, kata dia, usulan dua nama pengganti wakil bupati adalah hak milik partai pengusung. Salah satunya akan dipilih oleh DPRD melalui paripurna. selanjutnya, hasil pemilihan tersebut di sampaikan kepada pihak Mendagri melalui Gubernur Jabar.

"Saya pribadi kan cuma relawan, tidak punya hak lebih, tetapi hormat dengan segala hak yang ada. Dari aspek konstitusi, hak formal itu milik partai pengusung. Tetapi, layak untuk dihormati dan dipertimbangkan bersama hak-hak lainnya," tutur Hariyadi.

Dari sisi leadership, kata Hariyadi, ada hak subtansial milik Kang Ade Sugianto sebagai Bupati Tasikmalaya nanti, untuk menentukan nama pengganti wakil bupati.

Dari jejak histori, tambah Hadiyadi, ada hak dan ada kultural yang melekat kepada Kang Uu dengan barisan PPP-nya. Religius Islami merupakan kultur masyarakat Tasikmalaya dan faktanya, komunitas masyarakat religius adalah penyumbang suara terbesar di Kabupaten Tasikmalaya yang kemudian dirangkul oleh Kang Uu bersama barisan PPP-nya untuk memilih setuju kepada pasangan Uu - Ade di Pilkada tiga tahun lalu.

Hariyadi yang mengaku diajak salah seorang kader PPP Kabupaten Tasikmalaya, Apip Ifan Permadi dalam rangka pemenangan Uu - Ade jilid dua, dirinya yang bukan kader PPP menyaksikan secara langsung, bahwa Kang Uu bersama barisan PPP itu paling berkeringat. Blusukan dari kampung ke kampung, dari desa ke desa.

"Mereka telah bekerja serius dan total di Pilkada tahun 2015 lalu. Maka, histori perjuangan ini pula yang sejatinya dipertimbangkan dalam mengisi kekosongan wakil bupati," ucapnya.

Baca pula :
- Jangan Lagi Bertanya Siapa Pengganti Ade Sugianto
- Wakil Bupati Tasikmalaya Paling Pas Untuk Basuki Rahmat
- Bupati Uu Kader PPP Tetapi Kursi Wakil Bupati Bukan Hak PPP

Disinggung soal siapa nama - nama yang pantas dan berkapasitas untuk dijadikan pengganti wakil bupati, Hariyadi menyebutkan ada empat nama yang layak untuk di pertimbangkan.

"Ada empat sosok yang saya nilai telah mengantongi kualitas dan jejak kinerja mantap. Mereka adalah, Apip Ifan Permadi, Ajengan Asop Sopiudin, Kang Basuki Rahmat dan Ibu Lina Ruzhan" ujar Hariyadi..

Hariyadi berharap, ke depan terjadi sebuah harmoni indah, dimana hak kultural milik Kang Uu dan barisan PPP, dapat berpadu dengan hak formal milik partai pengusung serta menyatu dengan hak subtansial milik Kang Ade Sugianto.*