Perjuangan Panjang Tukang Gorengan Naik Haji

Kamis, 19 Juli 2018 15:35 D. Farhan Kamil Daerah

Perjuangan Panjang Tukang Gorengan Naik Haji

 

Koropak.co.id - Siapa sangka salahsatu dari ribuan calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2018 ini, berangkat dari perjuangan panjang melelahkan. Tetapi dengan tekad dan kesabaran, mimpi melaksanakan haji di tanah suci menjadi bukti.

Komi Tajudin Astamad, Warga Kampung Sindanggalih RT 001 RW 003 Desa Sindangsari Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya menjadi bukti bahwa tidak ada yang mustahil sekalipun harus membanting tulang, memeras keringat puluhan tahun dan menabung.

Semenjak ditinggal wafat suami 26 tahun lalu, Komi menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi dan membesarkan tiga orang anaknya. Komi menjalani kehidupan sebagai seorang pedagang gorengan keliling. Dari penghasilannya, Komi selalu menyisihkan uang untuk ditabung demi mewujudkan mimpi ke tanah suci

Baca : Visa Haji Baru Untuk Dua Kloter

Perjuangan Panjang Tukang Gorengan Naik Haji


"Seminggu sekali alhamdulillah saya bisa menyisihkan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu dari hasil jualan gorengan untuk ditabung. Lebih dua puluh tahun saya lakukan itu," ucap Komi dengan air mata berlinang, menjelang keberangkatan ke embarkasi Bekasi bersama calhaj lainnya yang tergabung dalam kloter 11 di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (19/7/2018).

Hingga pada akhirnya, kata Komi, pada 2012 lalu, uang tabungannya sudah bisa digunakan untuk mendaftar haji melalui bantuan salah satu KBIH di Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya.

"Alhamdulillah sangat bersyukur, pada tahun ini saya mendapat panggilan Allah SWT untuk melaksanakan Rukun Islam ke-5. Mohon semuanya untuk mendoakan saya dan jemaah lainnya agar sehat dan lancar selama melaksanakan ibadah haji di sana," ujar Komi.*

 

Baca pula : Bupati Tasikmalaya Ingatkan Status Kewarganegaraan Jemaah Haji