DPRD PROVINSI JABAR SENTIL BAPPEDA JABAR TERKAIT USULAN PROGRAM

Jum'at, 21 Juli 2017 17:10 Eris Kuswara Provinsi

DPRD PROVINSI JABAR SENTIL BAPPEDA JABAR TERKAIT USULAN PROGRAM

PROGRAM HARUS MENGACU PADA KEBERHASILAN OUTPUT DAN OUTCOME

Koropak.co.id - Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menginginkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat mendorong usulan persiapan anggaran 2018 berfokus pada kebutuhan anggaran yang mengikuti program dan kegiatan. Pasalnya, bercermin pada evaluasi anggaran tahun-tahun sebelumnya selalu merujuk pada keberhasilan menyerap anggaran. Padahal, tolok ukur keberhasilan dalam menyelenggarakan program ada pada keberhasilan output dan outcome dari program tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, R Yunandar Eka Prawira mengatakan banyak program yang seharusnya dievaluasi. Kebiasaan mitra komisi kebanyakan menyodorkan program dan kegiatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Sehingga anggaran yang dialokasikannya pun menjadi sedikit. Padahal, mitra komisi dapat menyusun anggaran untuk program prioritas sehingga dapat bersinergi dengan kegiatan lainnya termasuk pada mitra komisi lainnya.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, R Yunandar Eka Prawira


“Kalau programnya banyak, otomatis anggarannya pun sedikit, berbicara soal RPJMD itu patokannya pada keberhasilan serapan anggaran di atas 90 persen,” ujar Yunandar.

Yunandar menambahkan, sektor perekonomian saat ini belum menunjukan perkembangan yang signifikan secara global di Jawa Barat. Efektivitas penggunaan anggaran tidak memiliki tolok ukur yang jelas, indikasinya bermuara pada keberhasilan menyelenggarakan kegiatan dan program sesuai dengan perencanaan dalam RPJMD. Bukan hanya outputnya tetapi juga outcome yang seharusnya menjadi ukuran dalam keberhasilan penggunaan anggaran.

“Contohnya program pelatihan. Apakah orang yang sudah mengikuti pelatihan ini mampu mendongkrak perekonomian dan menyejahterakan kehidupannya?. Atau, apakah petani sudah memiliki traktor? Sudah dapat meningkatkan produksinya dari hasil program pemerintah?,” katanya.

Yunandar mencontohkan, program pengembangan wisata alam Geopark Ciletuh secara teori sudah dikatakan tepat dalam pengelolaannya yang mensinergikan semua instansi terkait. Sektor kepariwisataannya jelas digarap Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Tetapi juga didukung oleh dinas lainnya, untuk infrastruktur jalan Dinas Bina Marga yang berperan penting. Termasuk Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa Dan Kawasan (BP2DK) untuk mempersiapkan masyarakat pedesaan yang ada di sekitar Ciletuh.

“Kawasan Wisata bertaraf Internasional Geopark Ciletuh ini salah satu program yang sangat bagus meskipun butuh waktu beberapa tahun hingga sesuai dengan apa yang diprogramkan. Tetapi kita melihat adanya sinergitas yang jelas, dengan tujuan yang mencakup pembangunan perekonomian Jawa Barat,” ucapnya.*


Berita Terkait