Asep Syaripudin : Jokowi Pemimpin Cerdas dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 10 Agustus 2018 18:52 Admin Opini

Asep Syaripudin : Jokowi Pemimpin Cerdas dalam Membangun Peradaban

 

Koropak.co.id - Asep Syaripudin (2)

 

JOKOWI adalah seorang negarawan yang piawai menata dan menempatkan Sumber Daya Manusia (SDM), dengan kemampuan komunikasi yang sejuk. Cara komunikasi Jokowi dengan pola Communicative Approach inilah yang membuat semua orang nyaman dan merasa "diorangkan".

Banyak orang yang didewasakan dalam berkarya, tanpa memberikan fasilitas dan kemudahan dengan kekuasaan yang bisa dilakukan oleh Jokowi, sehingga orang-orang yang ada di sekitar Jokowi betul-betul harus berprestasi dalam berkarya, bukan oleh kekuatan dan kekuasaan Jokowi sebagai Presiden.

Jokowi lakukan walaupun kepada putranya sendiri yang tidak mempunyai fasilitas istimewa, sehingga putranya tumbuh dewasa jadi pengusaha kecil dengan kreativitasnya dan kemampuannya.

Wajar jika banyak orang yang nyaman dan berbondong-bondong ikut membantu Jokowi, berkarya untuk negeri karena merasa mempunyai tempat untuk berkarya jadi orang.

Ini beda dengan pemimpin yang lain banyak orang yang kecewa malah tidak betah berada dalam lingkungannya, sehingga satu persatu menjauh karena mereka merasa kecewa, dan tidak merasa "diorangkan".

Pemimpin seperti ini, berkuasa tanpa membangun peradaban akhirnya orang-orang yang ada sekitarnya tinggal orang-orang yang ada tali persaudaraan maka timbullah kekuasaan dinasti karena merasa tidak yakin pada orang-orang yang ada disekitarnya.

Pemimpin yang pandai dalam membangun peradaban bukan saja orang-orang dekat bahkan lawan saja satu persatu berusaha untuk ikut bergabung karena ingin ikut sama sama berkarya dalam membangun bangsa.

Dalam pemilihan Cawapres, Jokowi menghitung betul dengan jeli dampak negatif-positifnya. keputusan memilih KH. Ma'ruf Amin meluluhlantahkan ambisi partai pengusung, baik partai yang merasa mempunyai kekuasaan besar, atau partai yang merasa mempunyai umat banyak dan merasa paling kuat.

Jokowi merasakan sekali fenomena partai partai pengusungnya, bahwa itu bukan ancaman, malah merupakan kekuatan yang besar sehingga pemecahannya harus oleh orang yang besar dan disegani.

KH. Ma'ruf Amin adalah sosok ayah yang baik, dicintai, dan dikagumi oleh umatnya baik itu di kalangan MUI, NU, dan Jokowi adalah pengayom di banyak beberapa organisasi. KH. Ma'ruf Amin beda 18 tahun lebih tua dari Jokowi. Kebalikannya dengan Sandiaga Uno beda 18 tahun lebih muda dari Prabowo.

Cara komunikasi Jokowi dengan pola berkomunikasi yang lembut, pendekatan yang baik, pengayomi, memberi spirit, turun ke bawah, untuk menyapa dan mampu menyatukan kekuatan sehingga rakyatnya mencintai pemimpinnya.

Tidak heran kalau Jokowi diserang kanan kiri oleh lawannya yang merasa terganggu projectnya, usahanya, dan kekuasaan karena Jokowi melakukan keputusan di luar dugaan. Berani, tegas, dan berkomitmen yang tinggi dalam memutuskan keputusan untuk keadilan dan kemakmuran rakyat. Sehingga mengganggu dan merusak kepada para pemegang monopoli usaha.

Banyak cara yang dilakukan oleh lawan untuk menggulingkan Jokowi dari awal, bahwa Jokowi cukup berkuasa hanya 2.5 tahun saja. Tetapi Jokowi lolos dari rencana lawan tersebut. Karena merasa gagal bertubi-tubi, serangan mulai dari tuduhan PKI, non muslim, anti Islam, hoax, fitnah dan banyak lagi untuk membentuk image masyarakat negatif kepada Jokowi, tapi Jokowi malah semakin tangguh dan dicintai rakyat serta orang-orang di sekitarnya.

Lawan semakin frustasi untuk melawannya, maka media sosial adalah cara yang ampuh untuk menyudutkan Jokowi dan mengambil hati pengguna media sosial, di mana pemilih milenial mencapai 100 juta lebih yang melek IT.

Ini terbukti ada pemimpin yang jatuh dari jabatannya oleh hebatnya hoax dan fitnah IT. Ada juga banyak pemimpin yang sukses oleh kecanggihan IT-nya. Jokowi sangat faham dan jeli tentang masalah ini, sehingga Jokowi dan pasukannya pandai menghalau hoax dan fitnah dengan jawaban yang kongkrit dijawab dengan data-data, dan dijawab dengan kerja, kerja, dan kerja.

Pilihan cerdas Jokowi dalam membangun peradaban dengan baik dan rapi, akan semakin memperkokoh dirinya dalam menjalankan tugasnya. Semoga juga pilihan terbaik dalam membangun peradaban akan mengantarkan Jokowi melanjutkan periode keduanya.

Semoga "Membangun Peradaban" jilid dua akan semakin kokoh dan mengantarkan Indonesia semakin maju dan sejahtera. Aamiin.

 

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca Koropak, isi dari opini di luar tanggung jawab redaksi. Cara kirim tulisan, klik disini !


Berita Terkait