Element TI Pertanyakan Pungli Disdik Kota Tasikmalaya

Rabu, 15 Agustus 2018 18:45 Clara Aditia Parlemen

Element TI Pertanyakan Pungli Disdik Kota Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Menyikapi dugaan adanya pungutan liar atas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Element Transparency Institute (TI) Tasikmalaya menggelar audiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, yang dilakukan di ruang Badan Musyawarah DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (15/8/2018).

Rombongan Element TI yang dipimpin Ryan dengan Koordinator Lapangan, Jamaludin diterima oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dr Wahyu Sumawidjaja, M.Kes, beserta jajaran anggota, Hj Yoke Yuliantie, H. Undang Syarifudin, Ishak Farid, Rachmat Soegandar, serta Imas Farmawati.

Koordinator Lapangan, Jamal menuturkan audiensi dengan Komisi IV kali ini bukan kali pertama digelar. Banyaknya persoalan untuk Dinas Pendidikan di Kota Tasikmalaya, dikarenakan hasil investigasi Element TI di lapangan, bukan aduan tanpa dasar.

Baca : Walikota-tasikmalaya-lantik-pejabat-tinggi-pratama

"Kami turun dikarenakan adanya keluhan oleh guru-guru di beberapa sekolah di Kota Tasikmalaya terkait adanya tekanan oleh Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya," katanya.

Berdasarkan data, tahun 2017 Kota Tasikmalaya mendapat bantuan sebesar Rp 6.7 milyar untuk bantuan tingkat SD dan SMP. Sedangkan keseluruhan kegiatan fisik Dinas Pendidikan mengeluarkan dana Untuk DAK sebesar Rp 180 milyar.

"Kami telah mendapatkan data-data sekolah yang siap memberikan keterangan perihal adanya tekanan dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya kepada seluruh sekolah. Jumlah DAK pendidikan untuk desain perencanaan, konsultasi, dan konsultan, diambil dari dana DAK kecuali P2S. Sementara adanya penunjukan konsultan dilakukan secara tidak sesuai prosedur. Hal tersebut seolah olah Dinas Pendidikan dalam penunjukan proses penggiringan," kata Jamal.

Baca : Gibas Geruduk Balekota dan DPRD Kota Tasikmalaya

 

Element TI Pertanyakan Pungli Disdik Kota Tasikmalaya

 

Baca : Tiga Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Tanggapi Keluhan Element TI


Ditambahkan Jamal, Element TI berharap Komisi IV segera menindaklanjuti hal tersebut dikarekan khawatir semakin banyak sekolah-sekolah yang mendapatkan tekanan dari Dinas Pendidikan.

"Ke depan, jika memang ingin meluruskan persoalan, kami meminta Komisi IV membentuk tim khusus," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, dr Wahyu Sumawidjaja menyampaikan bahwa Komisi IV tidak bisa berbicara langsung, artinya Komisi IV akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan untuk menggali keterangan lebih lanjut.

"Segala hal yang sifatnya DAK, mungkin Dinas Pendidikan ada kebijakan lokal yang diterapkan pada saat itu, dikarenakan kasus pada tahun 2017 tersebut sudah dilakukan pemeriksaan oleh BPK. Terimakasih kami sampaikan kepada Element TI yang sudah memberikan masukan demi kebaikan dan kemajuan Kota Tasikmalaya," ucapnya.

Baca pula : Aksi 1000 Tandatangan Dukung KPK Berantas Korupsi

 

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Ishak Farid menambahkan alangkah baiknya kasus ini dibicarakan lebih lanjut saat Dinas Pendidikan memenuhi panggilan Komisi IV.

"Mohon maaf kami tidak bisa secara langsung menjawab, dikarenakan kami belum mendengar penjelasan dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya," katanya.*

 

Lihat video : Pemuda Pancasila Geruduk DPRD Kota Tasikmalaya