Dedi Mulyadi Khawatir Potensi Perpecahan Masyarakat

Kamis, 30 Agustus 2018 07:53 Dede Hadiyana Nasional

Dedi Mulyadi Khawatir Potensi Perpecahan Masyarakat

 

Koropak.co.id - Dalam sela-sela kegiatan DPD Golkar Jawa Barat yang bertempat di Gedung Kahuripan, Wanayasa Purwakarta Selasa (28/8/2018), Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai organisasi pencetus dukungan untuk Capres dan Cawapres harus jelas dan sebaiknya tidak mengatasnamakan agama dan golongan tertentu.

"Saya kira partai politik harus mengambil alih, baik itu gerakan #Jokowi2Periode maupun #2019GantiPresiden. Jadi, pola gerakannya tidak mengatasnamakan agama dan golongan tertentu," ujarnya.

Dikatakan Dedi, kelompok yang sekarang ini sudah mencetuskan dukungan harus membuka identitasnya. Sehingga, tidak membangun pola vis a vis di internal organisasi berbasis agama di Indonesia.

Hal tersebut penting dalam rangka menjaga kerukunan di tengah masyarakat, karena publik tidak menginginkan perpecahan, terlebih jika diakibatkan sentimen agama tertentu.

"Sebenarnya sudah ketahuan kan, #2019GantiPresiden itu pendukung Pak Prabowo dan #Jokowi2Periode itu pendukung Pak Jokowi. Keduanya tidak boleh bersembunyi di balik organisasi keagamaan," ucapnya.

Baca : Dedi Mulyadi Komentari Perilaku Netizen


Seluruh gerakan di Pemilihan Presiden 2019 harus berafiliasi dengan partai politik. Karena gerakan tersebut bukan gerakan moral kemasyarakatan, melainkan gerakan politik.

"Perannya harus diambil alih parpol, agar identifikasi gerakannya jelas. Publik tidak lagi dibingungkan dengan isu yang dibuat. Jujur saja, bahwa ini gerakan dalam rangka pemenangan pasangan Capres dan Cawapres," katanya.

Jika tidak segera disikapi, kata Dedi, khawatir akan terjadi eskalasi negatif. Memori kelam Pilpres 2014 yang membelah publik menjadi dua kutub tidak boleh terulang.

"Kasihan masyarakat, setiap hari diajak berdebat dan bercentang-perenang soal isu politik. Kalau dibumbui agama, ini bisa lebih parah. Sentimen negatif Pilpres 2014 akan terulang lagi," ucapnya.*

 

Baca : Dedi Mulyadi Harapkan Jangan Saling Menjelekkan

 


Berita Terkait