Dinas Terkait Komentari Keberadaan Kandang Ayam

Senin, 03 September 2018 17:15 Clara Aditia Daerah

Dinas Terkait Komentari Keberadaan Kandang Ayam

 

Koropak.co.id - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Gian H menjelaskan bahwa usaha peternakan tidak melihat jumlah ternaknya. Setiap usaha peternakan harus memiliki amdal dari dinas terkait.

"Usaha peternakan harus mempunyai izin dari warga sekitar, dan pengusaha ternak harus melaporkan secara rutin ke Dinas terkait. Terkait permasalahan tuntutan warga, kami menyarankan pemilik kandang untuk menempuh prosedur perizinan," katanya.

Demikian disampaikan Gian dalam audiensi antara warga dan pemilik kandang ayam yang digelar di Masjid Assakariyah Mapolsek Rajapolah, Senin (3/9/2018).

"Perlu kami sampaikan pula, ternak ayam petelur dan pedaging tidak bisa berdampingan karena ayam pedaging akan terdampak oleh pencemaran ayam petelur, yang ditandai dengan berkurangnya produktivitas," katanya.

Hal senada disampaikan Penyuluh Peternakan Kabupaten Tasikmalaya, Agus. Dikatakannya, masyarakat yang memelihara peternakan harus memperhatikan lokasi yang tidak berdekatan dengan warga. "Pemilik peternakan juga harus meminimalisasi pencemaran dengan membersihkan kandang secara teratur," katanya.

Kepala Bidang pada Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Hj. Elin Nurlina menyampaikan agar tidak jadi sumber pencemaran, kotoran ayam dapat diberi bahan kimia untuk mempercepat pembusukan, sehingga dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat. "Tentang keluhan warga terkait adanya ikan yang mati, harus ada uji laboratorium dulu untuk membuktikannya," kata Hj. Elin.

Baca : Kandang Ayam Didemo Warga Rajapolah

 

Koropak.co.id - Dinas Terkait Komentari Keberadaan Kandang Ayam 2

 

Baca : Kisruh Kandang Ayam Kampung Cikadu

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rajapolah, H. Engkun menuturkan, sebelumnya sudah mendengar tentang pendirian kandang ayam di Kampung Cikadu. "Kami belum membuat rekomendasi tentang kandang ayam. Namun, yang pasti jarak kandang dengan pemukiman, minimal 200 meter. Dari audiensi ini, kami akan segera membuat rekomendasi tentang kandang ayam di Kampung Cikadu," tuturnya.

Dijelaskan H. Engkun, ternak unggas menghasilkan bakteri. Sehingga diharapkan jangan sampai keberadaan kandang ternak menjadi sumber penyebaran penyakit.

Kapolsek Rajapolah, AKP Glatiko Nagiewanto, SH menuturkan dalam permasalahan kandang ayam, semula akan dilaksanakan mediasi pada Jumat (31/8/2018), namun gagal dilaksanakan karena pihak pemilik kandang tidak bisa datang. Audiensi baru bisa dilaksanakan hari ini, Senin (3/9/2018).

"Dari audiensi-audiensi sebelumnya, diperoleh catatan bahwa kandang ayam milik H. Toha tetap mendapat penolakan warga dikarenakan dampak bau dan pencemaran air, walaupun sudah ada niat baik dari pemilik kandang untuk memberikan kompensasi berupa kemakmuran madrasah dan guru ngaji," katanya.

Sementara itu, dari hasil audiensi yang cukup alot, dibuatkan surat kesepakatan antara warga dan pemilik kandang. Pihak pemilik kandang sebagai pengusaha peternak ayam menyepakati untuk membuat izin usaha sesuai dengan aturan yang berlaku. Adapun penyelesaiannya mengikuti prosedur dari tim perizinan tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Poin selanjutnya, mengenai keberlangsungan masing-masing perusahaan sebelum izin keluar akan diputuskan selama 3 hari ke depan hingga Rabu (5/9/2018).*

 

Baca : Pemilik Kandang Ayam Sesalkan Tuntutan Warga

 


Berita Terkait