DPRD PROVINSI JABAR SEGERA RAMPUNGKAN PERDA EKONOMI KREATIF

Minggu, 23 Juli 2017 17:29 Didit Fauzi Provinsi

DPRD PROVINSI JABAR SEGERA RAMPUNGKAN PERDA EKONOMI KREATIF

PERDA DORONG EKONOMI KREATIF JABAR MAJU DAN BERKEMBANG

Koropak.co.id - DPRD Provinsi Jabar tengah menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang ekonomi kreatif. Perda inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan perkembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat. Hingga sampai saat ini perancangan Perda Ekonomi Kreatif tersebut telah memasuki pembahasan konten-konten yang dilakukan antara DPRD Provinsi Jawa Barat dengan dinas-dinas terkait.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Ijah Hartini mengungkapkan hingga saat ini perancangan Perda Ekonomi Kreatif telah memasuki pembahasan konten.

 

Salahsatu produk ekonomi kreatif unggulan Jawa Barat


“Sejauh ini draft Raperda Ekonomi Keatif ini sudah diberikan ke daerah-daerah, dan melihat sejauh mana potensi ekonomi kreatif di Jawa Barat. Karena pembentukan Perda ini sudah menjadi sebuah kebutuhan, selain itu, pembentukan Perda Ekonomi Kreatif juga merupakan amanat UU No 23 Tahun 2014,” ujar Ijah di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Jalan Diponegoro Nomor 27 Kota Bandung, Selasa (11/7/2017).

Ijah menambahkan, setelah Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menampung masukan-masukan dari dinas terkait, maka pembahasan akan dilanjutkan pada pembahasan pasal per pasal.

“Seperti yang sudah dijelaskan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dari 15 subsektor Perda Ekonomi Kreatif perlu adanya pengelompokan. Sehingga bisa memilah dan memisah, subsektor ini berada di siapa dan untuk selanjutnya penanganannya bisa langsung berhadapan dengan dinas terkait. Selanjutnya ada masukan dari Dinas Pariwisata bahwa Ekonomi Kreatif di Jawa Barat harus berbasis budaya,” ujarnya. Sementara itu Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Agus Hanafiah mengapresiasi inisiatif DPRD Provinsi Jawa Barat dalam pembuatan Perda Ekonomi Kreatif. Menurutnya sektor ekonomi kreatif ini adalah sektor unggulan dan akan terus berkelanjutan.

“Bahwa ekonomi kreatif ini sudah menjadi unggulan, karena sektor-sektor lain seperti migas dan batu bara akan habis tetapi ekonomi kreatif akan terus berlanjut. Setidaknya ada tiga dari jumlah 15 sub sektor dari Perda Ekonomi Kreatif yang menjadi kewenangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Salahsatu Sub Sektornya berkaitan dengan musik, seni pertunjukan, dan seni rupa. Oleh karena itu yang kita harapkan bahwa Perda Ekonomi Kreatif bisa diadopsi di dalam perda tersebut. Dan sektor lainnya berada di Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Industri dan Perdagangan” ujar Agus.

Terkait usulan yang telah disampaikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar adalah usulan adanya bab yang khusus mengenai produk, pengembangan dan pemasaran produk ekonomi kreatif yang dinilai sangat penting.*


Berita Terkait