Dedi Mulyadi Beri Wejangan Keluarga Tidak KB

Selasa, 09 Januari 2018 10:07 Koropak Daerah

Dedi Mulyadi Beri Wejangan Keluarga Tidak KB

Berjanji Ikut Program KB

Koropak.co.id, Purwakarta - Pasangan suami istri, Kardinal (52) dan Hayati Hodijah (52) mendapatkan wejangan dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Pasalnya, pasangan suami istri tersebut memiliki 4 orang anak karena tidak mengikuti Program Keluarga Berencana. Kondisi tersebut diperparah oleh kondisi ekonomi warga Kampung Bongas, Kelurahan Sindang Kasih tersebut. Sehari-hari, Kardinal hanya berprofesi sebagai sopir angkot trayek 01 Pasar Rebo – Sadang.

“Kenapa tidak ikut Program KB? Kan begini jadi repot. Saat nanti anak sakit bagaimana? Biaya pendidikan bagaimana?,” ujar Dedi.

Dedi Mulyadi Beri Wejangan Keluarga Tidak KBDikatakan Dedi, absennya warga dalam mengikuti Program KB memiliki efek domino. Hal ini terjadi karena pembiayaan kebutuhan keluarga dan pendidikan anak menjadi besar. Upaya pengentasan kemiskinan pun menjadi terganggu akibat hal tersebut. “Ya misalnya kasus keluarga ini. Penghasilan sehari-hari jadi habis sekaligus untuk biaya hidup. Ini problem di tengah masyarakat kita yang harus direspon. Alhamdulilah kita selesaikan dengan baik,” katanya.

Tak Diizinkan Pulang Pihak Rumah Sakit
Diinformasikan sebelumnya, Kardinal dan Hayati tidak bisa membawa pulang bayi mereka yang dirawat di Rumah Sakit ASRI. Selain karena ketidak adaan biaya, bayi yang lahir pada 27 November 2017 lalu itu terlahir prematur. Sehingga, pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan tindakan medis. “Iya tidak bisa pulang. BPJS kami pun ditolak,” kata Kardinal.

Dedi Mulyadi Beri Wejangan Keluarga Tidak KBPihak Rumah Sakit ASRI pun telah memberikan klarifikasi ihwal ditolaknya Kartu BPJS milik Kardinal. Sehari setelah kelahiran bayinya, Kardinal diminta mengurus Kartu BPJS. Namun karena batas waktu 3x24 jam kartu tersebut belum diterima pihak rumah sakit, bayi Kardinal dimasukan ke dalam klasifikasi pasien umum. Kondisi inilah yang mengakibatkan pembengkakan biaya persalinan sekaligus biaya perawatan bayi Kardinal selama 3 bulan yang mencapai Rp 25 Juta.

“Seluruh biaya dibayar oleh Kang Dedi. Alhamdulillah, beliau mengutus puteranya. Kami bisa membawa pulang bayi kami,” ujarnya.

Ungkapan terima kasih pun muncul dari istri Kardinal. Ia mengaku bersyukur dan berjanji akan mengikuti Program Keluarga Berencana. “Terima kasih Kang Dedi. Alhamdulillah, kami akan ikut Program KB,” ujar Hodijah. *


Berita Terkait