Gubernur Jawa Barat Divaksin Difteri

Senin, 08 Januari 2018 12:25 Eris Kuswara Provinsi

Gubernur Jawa Barat Divaksin Difteri

Difteri Dikategorikan KLB

Koropak.co.id - Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berserta keluarga menerima vaksinasi difteri yang diberikan oleh jajaran dokter Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, di rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Sabtu (6/1/2018).

Di sela kegiatan tersebut, Gubernur Ahmad Heryawan mengimbau dan mendorong masyarakat Jawa Barat agar tak ragu melaksanakan vaksinasi difteri. Bahkan Aher mengajak masyarakat untuk aktif mendatangi puskesmas, posyandu, ataupun fasilitas kesehatan lainnya, untuk mendapatkan layanan imunisasi difteri. "Kami ajak masyarakat untuk vaksin. Kalau ada keraguan maka saya katakan jangan ragu, vaksin difteri sudah memiliki sertifikat halal dari MUI," katanya.

Aher pun menyebut, pada tahun 2018 pemberian Outbreak Response Immunization (ORI) dilakukan di 18 Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang menyandang status Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti di antaranya Garut, Karawang, Depok, Cirebon, Kabupaten Bogor, Cianjur, Ciamis, Kota Bandung, Purwakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kota Cirebon, Subang, Majalengka, dan Kabupaten Bandung Barat.

Baca : Kenali Difteri Sejak Dini

 

Gubernur Jawa Barat Divaksin Difteri

 

Baca : Jawa Barat Targetkan 2028 Jadi Provinsi Layak Anak

"Sebelumnya hanya ada lima, yaitu di Karawang, Purwakarta, Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi," ujar Aher.

Adapun di luar program ORI, atau vaksinasi secara serentak, kata Aher, setiap masyarakat dapat melakukan, dan mendapatkan pelayanan imunisasi difteri di fasilitas kesehatan manapun, di setiap kabupaten/kota di Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar, menyebut vaksinasi difteri adalah upaya memutus mata rantai, atau paling tidak menjadi usaha pengendalian penyebaran penyakit difteri. Dodo menyebut, daerah-daerah posiitif KLB dipastikan dilaksanakan ORI, namun ada juga kabupaten/kota yang melaksanakan kasuistik.

"Misalnya dalam satu kecamatan ada kasus difteri maka kecamatan tersebut dan perbatasan wilayahnya yang diberikan vaksin. Pemberian vaksin difteri secara serentak harus selesai pada tahun 2018. Prioritas vaksin difteri disasarkan pada masyarakat usia 1-19 tahun," katanya.*

 

Baca : KPAID Kabupaten Tasikmalaya Peringati Hari Anak Nasional

 


Berita Terkait