Stok Pupuk Subsidi Melimpah

Kamis, 25 Oktober 2018 17:27 Clara Aditia Daerah

Stok Pupuk Subsidi Melimpah

 

Koropak.co.id - Menghadapi musim tanam Oktober 2018 - Maret 2019, stok pupuk bersubsidi di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya melimpah 2-3 kali lipat. Hal ini berdasarkan data yang dirangkum, per 25 Oktober 2018, stok pupuk di Gudang Penyangga PT Petrokimia Gresik Tasikmalaya yang berlokasi di Awipari, Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, total stok pupuk mencapai 3.317 ton.

Total stok tersebut melampaui kebutuhan pupuk di Tasikmalaya yang mencapai 1.300 ton. Adapun stok tersebut terangkum dalam 3 jenis pupuk, yakni pupuk ZA sebanyak 390 ton, pupuk SP-36 mencapai 1.237 ton, dan NPK Phonska sebanyak 1.690 ton.

Demikian diutarakan Manager Humas PT Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan didampingi Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) PT Petrokimia Gresik Tasikmalaya, M Fajar Ismail dalam jumpa pers yang digelar di Obyek Wisata Karang Resik Kota Tasikmalaya, Kamis (25/10/2018).

Ihwan menuturkan, ketersediaan stok pupuk di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya berbanding lurus dengan ketersediaan stok pupuk untuk wilayah Jawa Barat. Terhitung per-23 Oktober 2018, total stok mencapai 60.607 ton.

"Alhamdulillah, stok melimpah. Mencukupi untuk masa tanam Oktober 2018 - Maret 2019. Untuk total stok Jawa Barat mencapai 60.607 ton, yang terbagi dalam pupuk ZA sebanyak 13.799 ton, pupuk SP-36 sebanyak 27.063 ton, dan pupuk NPK Phonska sebanyak 19.745 ton," ucap Ihwan.

 

koropak.co.id - Stok Pupuk di Tasikmalaya Melimpah 2 Kali Lipat (2)

 

Baca : Kesejahteraan Petani Dorong DPRD Terbitkan Raperda

Kini, kata Ihwan, yang perlu dipersiapkan para kelompok tani adalah menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebagai prasyarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi per-kelompok tani.

Perlunya penyusunan RDKK, kata Ihwan, sebagai syarat mendapat alokasi pupuk bersubsidi, menjadikan dorongan bagi para petani yang belum masuk dalam kelompok tani, untuk segera bergabung agar bisa mendapatkan pupuk bersubsidi.

"PT Petrokimia Gresik sendiri memiliki 31 pabrik, di mana 17 pabrik merupakan pabrik pupuk, dan 14 pabrik non pupuk. Dari 17 pabrik pupuk, 8 pabrik di antaranya untuk produksi pupuk NPK dengan total produksi 8,9 juta ton," katanya.

Dijelaskan Ihwan, untuk kebutuhan nasional mencapai 13,1 juta ton, dan yang disetujui Badan Anggaran DPR RI sebanyak 9,5 juta ton. Jadi sisanya tidak bisa dijangkau oleh pupuk subsidi. Sementara itu, PT Petrokimia Gresik sendiri mendapat tugas untuk menyediakan sebanyak 5,4 juta ton atau sekitar 53 persen.

 

Baca : Lindungi Kesejahteraan Petani

Ihwan menuturkan, jumlah petani di Kota Tasikmalaya yang sudah terdaftar dalam Kartu Tani mencapai 14.000 petani, sementara di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 300.000 petani.

"Di Tasikmalaya sendiri, kita sering menjumpai beberapa permasalahan, salah satunya dosis penggunaan pupuk yang belum sesuai dengan dosis anjuran yang diharapkan. Permasalahan ini pula yang menjadi permasalahan jamak di kota-kota lain di Indonesia," ucapnya.

Untuk efisiensi, kata Ihwan, petani harus mengetahui pola pemupukan berimbang 5-3-2, yaitu pola penggunaan dosis pupuk yang efisien (per hektare) pada komoditas padi agar mendapatkan produktivitas yang maksimal.

"Pola 5-3-2 tersebut, yakni 500 kg pupuk organik Petroganik per hektare, 300 kg pupuk NPK Phonska per hektare, dan 200 kg pupuk Urea per hektare. Dengan pola pemupukan yang berimbang, selain efisien, juga dapat memacu peningkatan produktivitas hasil panen, sebab jika penggunaan terlalu berlebih, malah akan menurunkan produktivitas, ditambah cost akan semakin bertambah seiring dengan borosnya penggunaan pupuk," tutur Ihwan.

Pola pemupukan efisien tersebut, kata Ihwan, perlu terus diedukasikan kepada petani. Termasuk melalui inovasi PT Petrokimia Gresik yang menghadirkan Petroxfert, yakni aplikasi berbasis android yang diterbitkan PT Petrokimia Gresik yang menjadi wadah informasi berisikan produk pupuk, produk non pupuk, produk inovasi, produk pestisida, budidaya tanaman, agri-calc untuk menghitung komposisi luas lahan dan penggunaan pupuk, serta artikel dan video seputar pertanian.

"Aplikasi tersebut kami luncurkan dengan harapan menjadi sentra informasi sekaligus panduan bagi para petani dengan tujuan agar para petani lebih efisien dalam menggunakan pupuk," ucapnya.*

 

Baca pula : Peringati Hari Tani, Mahasiswa Tuntut Reformasi Agraria

 


Berita Terkait