Maskapai Lion Air Siap Fasilitasi Keluarga Korban

Senin, 29 Oktober 2018 19:48 Clara Aditia Nasional

Maskapai Lion Air Siap Fasilitasi Keluarga Korban


Koropak.co.id - Menyikapi jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 di wilayah perairan Karawang, Senin (29/10/2018) pihak Maskapai Lion Air siap memfasilitasi keluarga korban untuk datang ke crisis center di Bandara Halim Perdana Kusuma.

Sebagaimana dirilis Kompas TV, Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait menuturkan saat ini, pihaknya telah menyiapkan 3 posko, yakni di Bandara Halim Perdana Kusumah, Bandara Soekarno Hatta, dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang. Ketiga posko tersebut akan tetap ada hingga proses evakuasi dan identifikasi dinyatakan tuntas.

"Namun, koordinasi akan dipusatkan di Bandara Halim Perdana Kusumah karena berbagai temuan di lapangan, seluruhnya akan dibawa ke Bandara Halim Perdana Kusumah untuk dilakukan pendataan. Semua terkait penumpang sudah kami data, kami hubungi keluarganya, dan kami juga menyebarkan nomor telepon untuk crisis center," katanya.

 

Baca : Laman Resmi Lion Air Rilis Keterangan Resmi

 

Bagi keluarga korban, kata Edward, diharapkan dapat membawa dokumen yang dapat menunjukkan bahwa korban adalah keluarga. Baik berupa kartu keluarga ataupun dokumen lainnya.

"Sementara untuk korban yang kondisinya fatal, kemungkinan keluarga korban akan kita lakukan pencocokan DNA," ucapnya.

Perihal kondisi pesawat, diakui Edward pihaknya masih terus berkoordinasi dengan tim lapangan. Sementara soal santunan untuk keluarga korban, Edward mengaku akan memberikan santunan sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang.

"Untuk penemuan korban, atau tanda-tanda keberadaan bangkai pesawat, masih kita tunggu informasinya. Untuk pertanggungjawaban terhadap keluarga korban, kita akan lakukan sebagaimana amanat Undang-undang," ujar Edward.

 

Baca : Daftar Staf Kemenkeu Korban Lion Air JT 610

 

Dijelaskan Edward, permintaan return to base atau putar balik merupakan prosedur utama apabila pilot merasa pesawatnya mengalami sesuatu. Hal itu dikarenakan pilot harus mengutamakan keselamatan penerbangan. Hanya saja, dalam musibah kali ini belum diketahui pasti alasan pilot meminta return to base, karena tak berselang lama pesawat hilang kontak.

"Kita akan telusuri, baik melalui flight data recorder, maupun optic data recorder. Itu merekam segala aktivitas komunikasi antara pilot dengan menara ATC. Semoga secepatnya ditemukan karena data dalam flight data recorder, dan optic data recorder merupakan data yang valid," katanya.*

 

Baca : Posisi Black Box Lion Air JT 610 Ditelusuri

 


Berita Terkait