Pemkab Garut Lakukan Penambahan Ijazah

Senin, 05 November 2018 18:38 Dedi Sofwan Daerah

Pemkab Garut Lakukan Penambahan Ijazah


Koropak.co.id - Bupati Garut, H Rudy Gunawan didampingi Pjs Sekretaris Daerah (Sekda), Hj Yati Rohayati, secara langsung menyambut kedatangan tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Wilayah V Provinsi Jabar, di Ruang Rapat Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, Jalan Patriot No. 8 Garut, Senin (5/11/2018).

Pada acara penyambutan tersebut, hadir para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Garut, Camat Tarogong Kaler, Saefurrohman, Camat Tarogong Kidul, Lilis Neti, termasuk pejabat senior Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP-UKS) Provinsi Jawa Barat, Teddy Hidayat.

Rencananya, tim panitia LSS yang di ketuai Tito Suharwanto itu, akan mengunjungi Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina, Kecamatan Tarogong Kidul dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darur Abror, Kecamatan Tarogong Kaler.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Tim LSS. Tahun 2018 ini Kabupaten Garut berhasil meraih prestasi Juara I Best Achievement LSS Tingkat Nasional baru-baru ini yang diwakili oleh SMAN 1 Garut. Dan kami memiliki dua sekolah yang akan dinilai hari ini, yakni TK Negeri Pembina dan SDIT Darur Abror," tutur Rudy.

Rudy berharap, kedua lembaga pendidikan tersebut, bisa meraih prestasi sebagaimana yang telah diraih SMAN 1 Garut. Hal lainnya, kata Rudy, Pemkab Garut pada tahun 2019 mendatang akan mengalami penambahan ijazah, di antaranya untuk Paket A sebayak 900 ijazah, Paket B 2.900 ijazah dan Paket C 7.000 ijazah.

"Dengan adanya penambahan ini, diharapkan ada lonjakan signifikan dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang saat ini baru mencapai 7,2 poin di bawah rata-rata Jawa Barat. Untuk itu Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan fisik di bidang pendidikan tahun 2019 naik 40 % menjadi Rp 66 milyar,” katanya.

 

Koropak.co.id - Pemkab Garut Lakukan Penambahan Ijazah (2)

 

Baca : SMPN Garut Deklarasikan Perang Lawan LGBT

 

Langkah tersebut, tutur Rudy, sebagai bukti komitmennya dalam meningkatkan IPM dari sektor pendidikan dan kesehatan. Ia mencontohkan bagaimana pembangunan gedung sekolah harus dilengkapi sarana toilet yang memadai serta didukung lingkungan yang sehat.

“Sekolah harus dibuat menyenangkan serta dibangun pondasi akhlak dan budi pekerti agar kelak anak-anak memiliki karakter baik,” ucapnya.

Bahkan Rudy mengaku telah mencanangkan Program Handphone (HP) Tidak Masuk Sekolah (TMS). Dengan adanya program ini, selama belajar pagi hingga sore, tidak ada seorang anak didik pun yang membawa HP.

"Nantinya, apabila ada siswa ditemukan membawa HP, tidak segan-segan kami akan mempertimbangkan kembali jabatan kepala sekolah bahkan hingga kepala dinas pendidikan, bila perlu akan kami beri sanksi," katanya.

 

Baca : 305 Siswsa SMPN 4 Garut Ikuti MOP

 

Sementara itu mewakili tim penilai LSS, Teddy Hidayat menyatakan apresiasinya kepada Bupati Garut yang memiliki komitmen kuat, terutama keberpihakannya kepada pendidikan dan kesehatan, termasuk program HP Tidak Masuk Sekolah.

"Ini bukti perhatian Bupati Garut kepada dunia pendidikan berkaitan dengan dampak negatif penggunaan teknologi informasi dan komunikasi," katanya.

Dikatakan Teddy, tim selama satu hari ini akan melihat langsung kondisi real di lapangan.

"Selanjutnya tim akan mengevaluasi Kabupaten/Kota lainnya. Selain Kabupaten Garut, juga akan dinilai untuk Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung yang berada di wilayah IV Priangan Barat," ucap Teddy.*


Baca : Sepekan Operasi Lodaya, 200 Pelanggaran Ditindak


Berita Terkait