Ciamis Akan Jadi Contoh Kebersamaan Industri Dengan Masyarakat

Sabtu, 10 November 2018 17:07 Clara Aditia Desa

Ciamis Akan Jadi Contoh Kebersamaan Industri Dengan Masyarakat


Koropak.co.id - Presiden Direktur PT Rekadaya Multi Adiprima (RMA), Farri Aditya menuturkan ada beberapa faktor yang menguatkan spiritnya untuk bersama-sama masyarakat Kabupaten Ciamis, khususnya Desa Karangkamulyan, mengembangkan produksi sabut kelapa menjadi produk berkualitas yang akan merajai segmentasi pasar nasional dan ekspor.

"Kenapa saya memilih Ciamis, khususnya Desa Karangkamulyan? Di sana saya melihat bahan baku melimpah. Sabut kelapa menjadi bahan yang belum termanfaatkan. Terpenting, saya melihat spirit dari masyarakatnya untuk bersama-sama mengembangkan produksi sabut kelapa ini," kata Aditya kepada Koropak saat menerima kunjungan dari rombongan Pemerintah Desa Karangkamulyan ke PT RMA di Jalan Ciangsana Raya Nomor 55 Bogor, Jumat (9/11/2018).

Tampak hadir Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan Umum Kabupaten Ciamis Adang Sudrajat, Kepala Desa Karangkamulyan Muhamad Abdul Haris, Camat Cijeungjing Deni Tisnawan, jajaran perangkat Desa Karangkamulyan, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangkamulyan, serta warga pengrajin sabut kelapa.

"Keseriusan pengembangan bisnis bersama masyarakat adalah modal yang kami harapkan untuk membangun kebersamaan antara industri dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat terlibat dalam ekosistem ini, untuk menciptakan produk yang siap go nasional dan ekspor," tuturnya.

 

Koropak.co.id - Ciamis Akan Jadi Contoh Kebersamaan Industri Dengan Masyarakat (3)

 

Baca : Sabut Kelapa Ciamis, Potensi Lokal Berkualitas Global

 

Untuk dapat mewujudkannya, kata Aditya, hal pertama yang perlu dibangun adalah awareness. Bagaimana merubah image produk ini menjadi kebutuhan. Selanjutnya, mengembangkan sumber daya alam ini sebaik mungkin.

"Modal pengalaman kami dalam memanfaatkan produk sisa bersama masyarakat, menjadi modal kuat untuk mengembangkan ekosistem ini secara kontinyu. Sampai saat ini, kami bersama masyarakat telah berhasil mengolah 500 ton limbah tekstil menjadi produk bernilai jual. Kini saatnya kami pengembangan ke daerah Ciamis untuk mengolah limbah sabut kelapa ini menjadi produk bernilai jual tinggi yang siap merambah pangsa pasar nasional dan ekspor," katanya.

Sebagai wujud dukungan, kata Aditya, pada Desember 2018, PT RMA akan segera mengirimkan mesin pengolah sabut kelapa ke Desa Karangkamulyan, dengah harapan pada Januari 2019, masyarakat Desa Karangkamulyan sudah bisa mengirimkan produknya ke PT RMA.

 

Koropak.co.id - Ciamis Akan Jadi Contoh Kebersamaan Industri Dengan Masyarakat (2)

 

Baca : Potensi Kelapa Melimpah, Ciamis Nomor 16 Di Indonesia

"Kita ingin lebih cepat. Oleh sebab itu, kita juga mohon dukungannya dari pemerintah daerah. Sukseskan bersama upaya ini, demi mendorong masyarakat Ciamis, khususnya di Desa Karangkamulyan dapat berkembang. Kami ingin Ciamis ini jadi percontohan pertama, industri masuk ke desa membangun ekosistem produksi secara bersama-sama," kata Aditya.

Aditya optimis, sebagai daerah percontohan, Ciamis akan besar, dan menjadi stimulan untuk menumbuhkan Ciamis-Ciamis lain di seluruh Indonesia. Jika kebersamaan ini berhasil, Aditya berjanji akan menjadikan Ciamis sebagai pusat study banding olahan sabut kelapa untuk daerah lain.

"Kami akan bawa daerah lain datang ke Ciamis. Jadikan Ciamis sebagai wisata industri sabut kelapa terpadu. Ciamis akan jadi contoh bagi daerah-daerah lain. Asal, komitmen dan spirit ini dapat dijaga dengan baik oleh Ciamis," kata Aditya.*

 

Baca : Pemkab Ciamis Dukung Pengembangan Sabut Kelapa Karangkamulyan

 


Berita Terkait