Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya Digeledah Tim Penyidik Kejati

Senin, 12 November 2018 18:59 D. Farhan Kamil Daerah

Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya Digeledah Tim Penyidik Kejati

  

Koropak.co.id - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat bergerak cepat. Hanya selang satu bulan setelah dilakukan serentetan pemeriksaan, perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya, ditingkatkan statusya menjadi tahap penyidikan.

Menyusul peningkatan status pemeriksaan menjadi tahap penyidikan, tujuh penyidik Kejati Jawa Barat dengan dikawal beberapa petugas keamanan bersenjata laras panjang dari jajaran Polres Tasikmalaya dan sejumlah penyidik dari Kejaksaan Negeri Singaparna, melakukan penggeledahan ke Kantor Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/11/2018)

Setiap ruangan yang ada dimasuki penyidik dan digeledah. Rak dan lemari serta brankas penyimpanan dokumen-dokumen strategis diperiksa, termasuk mencermati data-data yang tersimpan dalam media penyimpanan komputer (hard disk drive). Selang dua jam kemudian, tim penyidik keluar kantor Dinas PUPR dengan menggondol sejumlah dokumen dan perangkat keras penyimpanan data yang dikemas dalam sejumlah dus.

"Kita lakukan penggeledahan untuk mencari bukti-bukti penguat terkait kasus tindak pidana korupsi di Dinas PUPR dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan dan jembatan Ciawi-Singaparna (Cisinga) dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2017," papar Kasi Penyidik Kejati Jawa Barat, Yanuar Rheza Mohammad kepada sejumlah wartawan.

 

koropak.co.id - Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya Digeledah Tim Penyidik Kejati (2)

 

Disebutkan, berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan secara cepat kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proyek Cisinga ini, antara lain, Pengguna Anggaran (PA), Ketua Pengguna Anggaran (KPA), Pengawas Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), PPK maupun PPHP, termasuk pihak rekanan, ditambah lagi pemeriksaan proyek ke lapangan, ditemukan adanya indikasi kerugian negara.

"Dalam kasus ini, kita telah mencatat adanya kerugian negara mencapai Rp 2,5 milyar lebih dari nilai proyek sebesar Rp 25 milyar. Ini hasil perhitungan kami sementara. Kami akan menggunakan ahli untuk menghitung berapa besar kerugian yang sebenarnya, ini masih kita proses lebih lanjut," tegas Rheza.

Dari pemeriksaan di lapangan terang Rheza, penyidik menemukan bukti-bukti pendukung terjadinya kerugian negara. Yang pertama dari sisi fisik pembangunan jalan dan jembatan yang tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) terjadi markup dibuktikan dengan banyaknya kerusakan pada fisik bangunan meskipun bangunan baru. Kemudian terjadi sub kontrak yang jelas-jelas melanggar aturan.

"Pelaksana pembangunan itu seharusnya dilakukan oleh rekanan yang menandatangani surat perjanjian kontrak kerja, tetapi faktanya di-sub-kan," ujarnya.

 

koropak.co.id - Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya Digeledah Tim Penyidik Kejati 3

 

Baca : Kejari Singaparna Kekanak-kanakan

Ditambahkan, setelah penggeledahan ini, tim penyidik Kejati akan memanggil dan memeriksa Kepala Dinas PUPR yang saat ini telah menjabat di dinas atau instansi lain di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. Tidak menutup kemungkinan dari hasil pemeriksaan nanti, dalam kasus ini akan ada pihak lain yang terlibat," ucapnya. Seraya menambahkan, dalam waktu sebulan ke depan, dipastikan akan muncul nama tersangka.

Disamping memeriksa perkara korupsi di Kabupaten Tasikmalaya, tim penyidik Kejati pun tengah memeriksa kasus dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kota Tasikmalaya. "Kita sudah memeriksa tiga orang rekanan, yakni, I, R dan D," kata Rheza.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Singaparna, Laswan, SH mengatakan, pihaknya bersifat men-support apa yang sedang dilakukan oleh pihak Kejati Jawa Barat dalam rangka menegakkan supremasi hukum. "Kita sifatnya men-support apa yang tengah dilakukan para penyidik Kejati Jawa Barat. Ini kan dalam kerangka menegakkan hukum dan keadilan khususnya di kabupaten Tasikmalaya," kata Laswan singkat.*


Baca : Kejari Singaparna Akan Digerudug Ribuan Masa

 

 


Berita Terkait