Dari Sabut Kelapa Menuju Kemajuan BumDes

Kamis, 15 November 2018 12:27 Clara Aditia Desa

Dari Sabut Kelapa Menuju Kemajuan BumDes

 

Koropak.co.id - Kerjasama yang dijalin Pemerintah Desa Karangkamulyan dengan perusahaan pengembang olahan sabut kelapa yang diabadikan dalam penandatanganan nota kesepahaman pada awal November 2018, dan dilanjutkan kegiatan kunjungan pabrik pada 9 November 2018, dinilai strategis dan dapat mendongkrak pertumbuhan perekonomian Jawa Barat Selatan. Mengapa demikian?

Kepada Koropak, Kamis (15/11/2018) Tokoh Muda Nahdlatul Ulama Jawa Barat, Maulana Sidik menilai potensi kelapa jabar selatan, mulai dari Sumedang, Garut, Kota/ Kab Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Kuningan,  Majalengka, hingga Cirebon sangat besar.

Namun, kata Sidik selama ini belum termanfaatkan dengan baik mengingat masih minimnya pihak-pihak yang konsen menyulap sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Walaupun diolah, hanya ekspor mentah, tidak mampu diekspor dalam bentuk barang setengah jadi seperti yang direncanakan di Karangkamulyan.

"Adanya kerjasama Desa Karangkamulyan dengan perusahaan pengolah sabut kelapa menjadi barang setengah jadi, akan mendongkrak ekonomi masyarakat. Bukan hanya untuk desa karangkamulyan, manfaatnya untuk masyarakat Jawa Barat, bahkan sampai Cilacap, " katanya.

 

Koropak.co.id - Dari Sabut Kelapa Menuju Kemajuan BumDes (3)

 

Baca : Ciamis Akan Jadi Contoh Kebersamaan Industri dengan Masyarakat

 

Ditambahkan Maulana, dampak MoU pertama akan dirasakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangkamulyan karena BUMDes menjadi lembaga resmi dilindungi undang-undang yang akan melahirkan Usaha skala Kecil Menengah (UKM)

Kemajuan BUMDes tersebut, Jelas Sidik akan semakin memperkuat keberadaan kelompok UKM di tingkat Kecamatan dan kabupaten di Jabar Selatan.

"Saya yakin di era teknologi informasi dan lahirnya UU desa, kekompakan desa akan lebih kuat, terutama dalam membangun kemandirian desa. Pemerintah Kabupaten Ciamis ke depan hanya akan menjadi fasilitator dan regulator," ujarnya.

 

Baca : Kerjasama Sabut Kelapa Inovasi Desa Karangkamulyan

 

Koropak.co.id - Dari Sabut Kelapa Menuju Kemajuan BumDes (3) (CROP AMBIL KIRI)

Sementara itu, Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Cijeungjing, Siti Saadah menuturkan kerjasama Pemerintah Desa Karangkamulyan dengan perusahaan pengembang olahan sabut kelapa, merupakan pelaksanaan dari 4 Program Prioritas Kementerian Desa, yaitu BUMDes, Embung Desa, Sarana Olahraga Desa (Sorga Desa), dan Produk Unggulan Desa (Prudes).

"Prudes inilah yang diharapkan lahir, berdiri dan berkembang maju mewujudkan masyarakat mandiri di Desa Karangkamulyan. Selama ini, kami terus mendampingi Desa Karangkamulyan untuk menemukan potensinya. Kelapa inilah yang menjadi potensi Karangkamulyan," katanya.

Dijelaskan Siti, setelah kelapa ditemukan menjadi potensi Karangkamulyan, pihaknya terus mendampingi agar kelapa ini bisa diolah menjadi produk unggulan desa. Hanya saja, kendalanya adalah desa masih kekurangan teknologi dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itulah, pihaknya mendorong Desa Karangkamulyan untuk difasilitasi dan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

"Melalui kerjasama inilah, akan mempercepat terwujudnya Prudes, sebagaimana yang diharapkan kementerian Desa. Alhamdulillah Karangkamulyan sudah mulai melangkah menjalin kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di industri pengolahan limbah sabut kelapa," katanya.

Siti berharap kerjasama ini segera terwujud di tahun 2019 dengan dibangunnya kawasan industri agro pengolahan kelapa terpadu. Menurutnya, Prudes asal Desa Karangkamulyan tidak hanya akan merambah pangsa pasar regional, dan nasional, tapi bisa tembus pasar internasional.*

 



 


Berita Terkait