Berjibaku Berjuang Bersama Relawan

Kamis, 15 November 2018 14:49 Clara Aditia Daerah

Berjibaku Berjuang Bersama Relawan


Koropak.co.id - Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan, Mapala Himalaya Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah  (IAILM) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Latifah Mubarokiyah (STIELM) Pondok Pesantren Suryalaya, turut terjun berjibaku bersama relawan dalam upaya penanggulangan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa wilayah Selatan Kabupaten Tasikmalaya.

Berbekal wawasan yang dimiliki selama aktif berkegiatan di kepecinta-alaman, Mapala Himalaya menuangkan segenap potensinya untuk membantu para relawan di lokasi bencana. Dengan ikut terjun ke lokasi bencana, ada beberapa pelajaran yang mereka petik.

Di lapangan, di tengah luluh lantahnya lokasi bencana, mereka dapat lebih mendalami esensi dari pecinta alam, sebagaimana salah satu pesan dari Pangersa Guru Abah Anom yang begitu universal, yakni amalkan, amankan dan lestarikan.

Selain tentang amalan TQN Pondok Pesantren Suryalaya, hal inipun berkaitan dengan alam dan segala isinya, yang menjadikan pesan tersebut sebagai panduan bagaimana umat manusia memperlakukan lingkungan sekitar.

 

Koropak.co.id - Berjibaku Berjuang Bersama Relawan (2)

 

Dihubungi Koropak pada Kamis (15/11/2018), Sekretaris Mapala Himalaya, Bustomi menuturkan dia bersama tim Mapala Himalaya terjun langsung pada 3 hari pasca bencana. Segala teknik dari pelatihan pecinta alam, diakuinya sangat berguna untuk diaplikasikan secara langsung di wilayah terdampak bencana, dari mulai bentuk kebersamaan, teKnik survivor, serta kerja keras dan ikhlas.

"Kita gunakan semua ilmu yang kita dapat selama aktif di pecinta alam, karena kita akui, banyak halangannya, termasuk dengan sulitnya mencapai lokasi bencana. Masih banyak akses jalan yang terputus sehingga bantuan sulit disalurkan," kata Bustomi.

Bustomi memahami bahwa menjadi pecinta alam sejati, tidak hanya berkutat dalam hal pencapaian menaklukan tingginya pegunungan, apalagi hanya sekedar bertarget demi popularitas. Oleh karena itu, dalam tragedi bencana alam ini, Mapala Himalaya memperlihatkan bagaimana berperilaku terhadap alam sekitar.

"Kami dapat pelajaran berharga. Hal terkecilnya diawali dari diri sendiri. Salah satunya cerdas mengelola sampah, yang dimulai dari lingkup terdekat, misalnya di rumah kost, dan di kampus," katanya.

 

Koropak.co.id - Berjibaku Berjuang Bersama Relawan (3)

 

Baca : Bersama Warga, Pembukaan Akses Jalan Terus Diupayakan

 

Perilaku tersebut, kata Bustomin, turut menjadi bekal penting Mapala Himalaya untuk lebih peduli terhadap ekosistem lingkungan. Karena secara tanpa disadari, salah satu penyebab rusaknya lingkungan adalah ulah tangan manusia itu sendiri. Seperti halnya sampah yang dibuang sembarang.

"Di kegiatan Gebersuci beberapa waktu lalu, kita pun tersadar bahwa keasrian lingkungan sudah mulai mencapai titik jenuh dengan sampah. Inilah yang berpotensi menimbulkan bencana, yang bisa datang kapan saja," ujarnya.

Dijelaskan Bustomi, dengan ikut serta menjadi relawan di lokasi bencana, dan turut bergabung dalam Gebersuci, menjadikan sebuah energi dan inspirasi, juga stimulan bagi banyak pihak untuk turut bergerak dan mendukung upaya-upaya pelestarian alam yang dapat menjaga keutuhan ekosistem alam, serta mencegah bencana alam terjadi.

"Dari sekian hal yang kita dapatkan, terpenting adalah menanamkan spirit bahwa alam adalah keluarga, maka perlakukan alam, sebagaima kita ingin diperlakukan," katanya.*

 

Baca : Spirit Geber Suci Menggema di Hari Sumpah Pemuda

 


Berita Terkait