Dhika Hardhika : Bangunlah Jaringan Sosial Perdesaan !

Rabu, 28 November 2018 11:41 Admin Opini

Dhika Hardhika : Bangunlah Jaringan Sosial Perdesaan !

 

Dhika Hardhika  Bangunlah Jaringan Sosial perdesaan 1

 

SALAH satu tujuan daripada UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa adalah mendorong partisipasi masyarakat untuk pengembangan potensi dan aset desa guna kesejahteraan bersama. Partisipasi masyarakat ini bisa meningkat apabila ada jaringan sosial yang kuat.

Jaringan sosial (social network) adalah kumpulan individu atau kelompok yang terikat oleh kepentingan dan/atau tujuan yang sama. Membangun jaringan sosial merupakan agenda penting dan strategis yang harus dipahami dengan baik oleh Pemerintah Desa dan para penggerak cinta desa dimanapun berada. JarSos di perdesaan ini menjadi salah satu modal sosial (social capital) yang menjadi penopang keberadaan masyarakat perdesaan.

JarSos ini terbangun melalui hubungan-hubungan sosial kemasyarakatan yang bersifat formal maupun informal. Setiap warga dari suatu masyarakat di perdesaan dipastikan secara alamiah akan melakukan hubungan-hubungan sosial yang kongkrit hingga terbentuk suatu kelompok sosial, baik berdasarkan ikatan atas dasar kepentingan ekonomi, politik maupun budaya atau kepercayaan.

Kemudian langkah-langkah kerja yang perlu dilakukan dalam membangun dan mengembangkan jaringan sosial ini yaitu terciptanya ruang-ruang dialog antar stakeholder yaitu, PemDes, BPD, LKD, Kelompok-kelompok sosial dan masyarakat. Dialog memiliki dua dimensi, yakni refleksi dan aksi. Dialog yang tidak disertai refleksi yang terjadi hanya aktivisme, sedang dialog yang tidak disertai aksi yang terjadi hanya verbalisme.

Proses dialogis semua stakeholder tersebut bisa mengubah realitas perdesaan yang tidak mandiri dan tidak berdaya menjadi mandiri dan berdaya. Dialog merupakan inti dari musyawarah, musyawarah yang dilakukan dengan dasar-dasar dialog yang benar. Dari sini akan lahir keputusan dan kesepakatan yang benar-benar memecahkan masalah dan juga memenuhi kebutuhan bersama. Kemudian apakah musyawarah yang di dalamnya ada dialog ini dilaksanakan secara masif ? Kemudian apakah kelompok-kelompok sosial yang ada di perdesaan diikutsertakan dalam musyawarah tersebut?.

Artinya ketika partisipasi masyarakat untuk membangun desa tidak meningkat atau bahkan terkikis, bukan berarti masyarakat tersebut tidak mempunyai rasa cinta terhadap desa. Mereka rela berkorban secara totalitas untuk membangun desanya asalkan mereka dilibatkan dalam dialog antar stakeholder.

Maka dari itu, salah satu tugas dari seorang Penggerak Cinta Desa dimanapun berada harus mampu membangun jaringan sosial di perdesaan. Dan PeCi (Penggerak Cinta) Desa Kabupaten Ciamis hari ini akan pastikan bahwa kedepannya Jaringan Sosial di perdesaan semakin kuat, menggunakan proses dialog yang benar dengan kelompok-kelompok sosial. Karena bagaimanapun juga, kebenaran yang tidak terkomunikasikan akan menjadi sebuah fitnah.
“Salam Cinta Desa !”.

 

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca Koropak, isi dari opini di luar tanggung jawab redaksi. Cara kirim tulisan, klik disini !

 


Berita Terkait