Korban Bencana Culamega Butuh Dukungan Psikis

Kamis, 29 November 2018 16:44 Dede Hadiyana Daerah

Korban Bencana Culamega Butuh Dukungan Psikis


Koropak.co.id - Anak-anak korban bencana tanah longsor di Culamega membutuhkan dukungan psikis agar tidak terus menerus dihantui trauma. Kondisi cuaca yang terus hujan, sempat membuat anak-anak dan para korban bencana dilanda resah, khawatir terjadi bencana susulan.

Demikian disampaikan perwakilan Kementerian Sosial Masyarakat (Kemensosmas) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) KAMILAH IAILM Suryalaya Endah Agustina Kepada Koropak, Kamis (29/11/2018) saat menjabarkan rangkaian kegiatan penyerahan bantuan bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya.

Adapun bantuan yang diserahkan oleh Keluarga Mahasiswa Latifah Mubarokiyah (KAMILAH) Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya, Senin (26/11/2018) lalu, berupa sembako, pakaian layak pakai, serta peralatan ibadah dan sebagainya yang berasal dari donasi santri Pondok Pesantren Suryalaya serta dari masyarakat sekitarnya.

"Kami berharap, para korban diberi kekuatan dan ketabahan melewati ujian tersebut," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Korban Bencana Culamega Butuh Dukungan Psikis (3)

 

Baca : Bantuan Culamega Dinyatakan Tuntas

Sementara itu, Presiden Mahasiswa, Arip Salimuddin menuturkan hingga saat ini, di posko I tepatnya di Kecamatan Culamega, masih terdapat 18 Kepala Keluarga yang menetap di tenda-tenda darurat. Sementara sebagian warga lain sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Warga masih merasa ketakutan akan longsor susulan, seiring dengan hujan lebat yang belakangan ini terus mengguyur wilayah Tasikmalaya. Oleh sebab itu, pada saat cuaca buruk tiba, mereka lebih memilih kembali ke tenda pengungsian karena khawatir adanya longsor susulan," ujarnya.

Salah seorang Relawan dari Forum Karang Taruna Kecamatan Culamega, Entin Sukmawati menjelaskan, saat ini pembangunan sudah mulai dilakukan, namun akses jalan masih sangat sulit dilalui, terutama pada saat hujan turun.

"Anak-anak yang masih tinggal di pengungsian sudah mulai bersekolah kembali walaupun harus diantar orangtua mereka, dengan jarak dari tenda pengungsian kurang lebih 2 Kilometer. Hal itu disebabkan akses jalan masih sulit dilalui, terutama saat hujan turun yang menggusur material longsoran kembali menutupi akses jalan," tuturnya.*

 

Baca : Culamega Jumlah Pengungsi Terbanyak

 


Berita Terkait