Sang Maestro Menginspirasi Banyak Seniman

Senin, 03 Desember 2018 17:25 Clara Aditia Nasional

Sang Maestro Menginspirasi Banyak Seniman


Koropak.co.id - Seniman asal Tasikmalaya yang sudah mendunia, Godi Suwarna mengaku bahwa Putu Wijaya merupakan sosok penuh inspirasi. Bahkan, di era 1970an, seorang Putu Wijaya lah yang menginspirasinya untuk terjun di dunia teater.

Demikian disampaikan Godi saat dijumpai Koropak selepas pementasan Kelompok Teater Institut Kesenian Jakarta dalam Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya yang digelar Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, Minggu (2/12/2018).

"Sosok Mas Putu di dunia perteateran di Indonesia sangat luar biasa. Di tahun 1970an saya mulai tertarik dunia teater sejak pertama lihat penampilan Mas Putu. Ya kala itu garapan-garapan Mas Putu dengan naskah-naskah yang dianggap absurd, itu saya suka, saya sangat terinspirasi oleh beliau," katanya.

Godi menceritakan, banyak seniman muda kala itu yang sangat terpengaruh dengan Putu Wijaya untuk di industri teaternya. Dalam masa jayanya, Putu Wijaya bisa membuat novel cerpen dalam waktu singkat.

"Karyanya begitu banyak, dan sangat menginspirasi. Saya akui energi beliau dalam berkarya sangat luar biasa. Apalagi waktu itu, Mas Putu pernah bekerja di Tempo. Dengan intensitas kerja yang cukup padat, Mas Putu masih bisa menyempatkan diri berkonsentrasi menulis novel, menulis cerpen, dengan imajinasinya yang liar dan idenya yang aneh-aneh. Kebetulannya, saya suka dengan ide-ide yang anti mainstream," kata Godi.

 

Koropak.co.id - Sang Maestro Menginspirasi Banyak Seniman (2)

 

Baca : Putu Wijaya, Sang Legenda Teater Tanah Air

 

Sementara itu, terkait Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya, Godi bangga dengan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya yang memiliki inisiatif menyelenggarakan penganugerahan tersebut.

"Saya senang rekan-rekan di Tasikmalaya bisa menyelenggarakan acara ini. Kebetulan kan Tasikmalaya sendiri memilik riwayat seni teater yang sudah sangat lama. Bahkan sebelum kota-kota lain memiliki grup teater, Tasikmalaya sudah memilikinya, sekitar tahun 1970an," katanya.

Jadi, kata Godi, tepat kiranya jika Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya menggelar penganugerahan untuk Putu Wijaya. Sebab Tasikmalaya sangat identik dengan teater seiring ada histori panjang dalam dunia teater yang terjadi di Tasikmalaya.

 

Koropak.co.id - Sang Maestro Menginspirasi Banyak Seniman (3)

 

Baca : Teater, Cara Memaksimalkan Karunia Tuhan

 

"Bahkan saya waktu kecil masih ingat ada pagelaran yang sangat luar di Tasikmalaya, ada Geding Karesmen Drama Musikal sekitar tahun 1960an. Waktu itu pementasannya di Karangresik. Itu sangat meriah, banyak penonton dari luar kota datang. Inilah yang menjadi tonggak keberadaan teater di Tasikmalaya yang sudah sangat lama ada. Dari situ, mulai tumbuh sau per satu kelompok teater dengan masing-masing pretasinya," ujarnya.

Godi berharap, Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya bisa terus menggelar acara seperti Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya.

"Saya percaya Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya bisa melaksanakannya. Diharapkan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya senantiasa konsisten memberikan ruang untuk para seniman berkarya," kata Godi.*

 

Baca : Menerabas Kemustahilan Perhelatan Budaya Skala Nasional