Waspada Jeratan Rentenir, OJK Edukasi Masyarakat

Selasa, 04 Desember 2018 16:42 Eris Kuswara Daerah

Waspada Jeratan Rentenir, OJK Edukasi Masyarakat

 

Koropak.co.id - Peresmian Kampung Literasi dan Inklusi Keuangan Kampung Sukaruas Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya dilaksanakan di Halaman Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, Senin (3/12/2018).

Turut hadir Kepala OJK Tasikmalaya Asep Rustandi, para pimpinan perbankan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Wawan Hermawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Asep Saeful Bachri, Camat Rajapolah Yana Hermana, para Kepala Desa, pengrajin dan tokoh masyarakat.

Kepala OJK Tasikmalaya, Asep Rustandi mengatakan Kampung Literasi dan Inkliterasi dan inklusiusi keuangan bertujuan untuk memajukan kampung dalam pengelolaan keuangan, sekaligus menjadi tahapan perluasan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai lembaga keuangan formal.

"Tujuan literasi keuangan adalah untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam pengelolaan keuangan agar dapat menjadi lebih baik. Sementara tujuan inklusi adalah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan,“ katanya.

Dengan edukasi tersebut, kata Asep, diharap tidak ada lagi warga yang meminjam uang ke rentenir dan bank non formal. Guna mencegahnya, OJK pun merekomendasi warga untuk melakukan transaksi dengan bank yang kredibel.

 

Koropak.co.id - Waspada Jeratan Rentenir, OJK Edukasi Masyarakat 2

Baca : Wantannas RI Kunjungi Kampung Sukaruas Rajapolah

Sementara itu, Asisten Daerah 2 Kabupaten Tasikmalaya, Drs H Undang Sodikin menuturkan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik Kampung Inklusi dan Literasi tersebut.

Terlebih lagi, Rajapolah merupakan daerah percontohan. Bahkan menurut rencana, keluarnya jalan tol akan ada di Kecamatan Jamanis sehingga dapat lebih memajukan lagi daerah Rajapolah.

"Kabupaten Tasikmalaya terbagi dalam 39 Kecamatan dan sebagian penduduknya itu bekerja sebagai petani. Namun, Rajapolah tidak hanya bergantung pada pertanian, Rajapolah juga terkenal dengan kerajinan tangannya khususnya di Desa sukaraja," katanya.

Bahkan, kata Undang, hasil kerajinan tangannya pun diekspor ke luar negeri. Maka untuk menjaga kualitasnya, warga perlu bekerjasama dengan lembaga keuangan untuk mempertahankan produksi.*

 

Baca : DPRD Kota Tasikmalaya Harapkan Keterbukaan OJK

 

 

 

 


Berita Terkait