Teater, Investasi Kultural Berikan Pengalaman Batin

Selasa, 04 Desember 2018 19:56 Clara Aditia Nasional

Teater, Investasi Kultural Berikan Pengalaman Batin


Koropak.co.id - Sang maestro Putu Wijaya mengaku terharu dan bangga atas apa yang disuguhkan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya baginya. Terlebih saat melihat animo para apresiator yang begitu luar biasa.

Demikian disampaikan Putu Wijaya kepada Koropak saat menyaksikan penampilan pentas Aktor Piktorial Bandung dalam Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya yang digagas Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Senin (3/12/2018).

"Terimakasih untuk Bode dan jajaran Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya. Saya bangga, saya terharu melihat semangat anak muda yang melahap barang-barang lama, dokumen lama saya, yang usianya sudah puluhan tahun, guna menjawab tantangan sekarang," katanya.

Sebagai seorang penulis, kata Putu, hal yang mendorongnya menulis adalah apa yang terjadi di lingkungan, apa yang dibayangkan terjadi di depannya, dan apa yang terjadi pada anak muda dalam menghadapi masa depan.

"Apa yang saya rasakan saat saya menulis, mungkin bisa jadi referensi buat mereka. Sungguh saya terharu, naskah-naskah lama saya, dimainkan kembali oleh anak muda dengan cara mereka. Sayang saya tidak bisa datang sejak hari pertama. Saya banyak belajar dari mereka tentang bagaimana mengepkresikan barang tua guna menjawab tantangan sekarang, menjawab persoalan-persoalan yang saat ini dihadapi," tutur Putu.

 

Baca : Naskah Cipoa Apik Disuguhkan STKW Surabaya

 

Baca : Piktorial Bandung Bangg Disaksikan Langsung Sang Maestro

 

Baca : Pementasan Aduh Persembahan IKJ Untuk sang Dosen

 

Dijelaskan Putu, dalam pemilihan naskah, para pementas tidak memilih naskah karena terpaksa, melainkan telah mempertimbangkan bahwa naskah yang dipilihnya dapat dipakai menjadi alat untuk berbicara kepada masyarakat tentang keadaan saat ini, dan keadaan yang akan datang.

"Di sini kita melihat bahwa drama bisa memberikan hiburan, tapi drama bukan sekedar hiburan. Drama bisa memberikan pemikiran. Sebuah investasi kultural yang tidak bisa dinilai oleh apapun. Pulang menyaksikan pentas, membawa sebuah pengalaman batin, atas apa yang terjadi di pentas. Itulah teater, itulah drama," ucap Putu.

Putu berharap apa yang terjadi di Kota Tasikmalaya, atensi apresiator yang luar biasa terhadap pementasan Anugerah Budaya dan Festival Putu Wijaya, bisa memberikan gebrakan pengalaman batin yang datang dari kota kecil, masuk ke kota besar yang orangnya sibuk mencari makan, dan kedudukan.

"Kota besar dibelajarkan oleh kota kecil, bahwa dari drama bisa mempelajari sesuatu yang berguna untuk kehidupan. Saya pribadi sangat berterimakasih kepada semua pementas yang telah mementaskan dokumen-dokumen lama saya," kata Putu.

Dokumen lama, ucap Putu, dikemas serasa dokumen baru karena disentuh anak muda yang tidak hanya bersenang-senang, tapi berpikir dan menyadari bahwa mereka akan menghadapi sesuatu yang sulit. Para anak muda harus mengisi pikiran agar lebih sadar bahwa ada 360 titik permasalahan yang harus dihadapi.*

 

Baca : Piktorial Bandung Bangg Disaksikan Langsung Sang Maestro

 


Berita Terkait