Jatuh Bangun Warnai Kiprah H Asep Syaripudin

Sabtu, 15 Desember 2018 13:08 Dedi Sofwan Daerah

Jatuh Bangun Warnai Kiprah H Asep Syaripudin

 

Koropak.co.id - Kiprah seorang H Asep Syaripudin (Asya) dalam dunia usaha dirasa tidak pernah berhenti. Insting Asya untuk berusaha terus digenjot. Bahkan, Asya melebarkan sayap dengan usaha di bidang layanan perjalanan umrah haji dan wisata. Asya mendirikan Kuhawindo atau Koperasi Umrah Haji dan Wisata Indonesia. Kuhawindo aktif melayani jamaah di berbagai daerah di seluruh Jawa Barat.

Dari pengalaman pernah bangkrut dalam usaha, lalu membuka usaha lagi, Asya mengaku tidak mau berlarut-larut dalam trauma. Ia berprinsip orang yang hebat dibentuk oleh jatuh bangun, demikian juga para konglomerat.

“Pak Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Bob Sadino, itu pernah jatuh bangun. Jatuh bangun juga proses pendewasan untuk maju. Saya merasakan bagaimana ditipu orang, merasakan dalam keadaan jatuh,” katanya.

Asya mengakui usaha yang dibangunnya kembali setelah bangkrut bukan saja dimulai dari titik nol, tetapi jauh di titik minus. Namun, posisi itulah yang membuat ia jauh lebih semangat karena sudah ada pengalaman. Juga ada semangat baru ketika membangun kembali dan menggapai asa untuk maju.

Menjalani beragam usaha, Asya mengatakan semuanya menjadi prioritas, tidak dipilah pilah walaupun kenyataan hasilnya berbeda-beda. “Kalau tidak menjadi prioritas, buat apa dikerjakan semua usaha itu,” kata Asya.

 

Koropak.co.id - Jatuh Bangun Warnai Kiprah H Asep Syaripudin (1)

 

Baca : Lika-Liku H Asep Syaripudin Kecil

 

Lagipula, kata Asya, usaha-usaha tersebut ditanganinya bersama tim kepercayaannya. Namun, meskipun demikian, ia mengaku usaha yang menjadi favoritnya adalah usaha yang keuntungannya paling menggiurkan. Dalam kata lain yang peluangnya besar, kerjanya sedikit, resikonya sedikit dan untungnya besar.

Walaupun ditangani oleh orang-orang yang dipercayainya, ia tidak melepaskan kontrol begitu saja. Kepandaian membagi waktu menjadi kuncinya, termasuk membangi waktu istirahat. Berangkat tidur lebih lambat, sementara bangun harus lebih awal.

“Menjadi pengusaha tidak bisa seperti pegawai negeri. Pengusaha harus 24 jam melayani konsumen. Ibaratnya tidur saja harus menghasilkan uang,” tuturnya.

Di luar kesibukan usaha, Asya tetap aktif berorganisasi. Teman-teman dalam organisasi diakuinya justru yang turut membesarkan usahanya, karena dengan mereka ia bergaul, berkomunikasi dan semakin memperluas jaringan.

Ia menuturkan sebagai pengusaha Nahdliyin, nilai-nilai NU menjadi pegangannya. Dalam posisinya sebagai Ketua HPN Jawa Barat, Asya menegaskan bahwa pengusaha harus berkarakter, jujur, dan kental dengan ciri-ciri islami. Asya mengaku prihatin masih adanya para pengusaha yang bermain kotor serta menggunakan cara-cara tidak baik untuk mendapatkan keuntungan atau proyek.

Sibuk dalam usaha dan organisasi, tidak membuat kendala dalam komunikasi dengan keluarganya. Istrinya sudah paham betul aktivitas yang harus dilakukannya. “Sudah puluhan tahun menikah. Saya menikah saat sudah jadi aktivis. Istri saya tahu saya bukan orang yang diam saja di rumah. Kalau diam terus di rumah saya sakit,” katanya.

 

Koropak.co.id - Jatuh Bangun Warnai Kiprah H Asep Syaripudin (3)

 

Baca : Asep Syaripudin Apresiasi Konfercab HPN Garut

Hal yang menguatkan Asya bisa menjalani semua itu adalah tekad untuk sukses, besar dan menjadi pemimpin. Asya memaparkan salah satu rahasia suksesnya, sejak kecil menuliskan cita-citanya. Mulai dari cita-cita seperti berkeliling Indonesia, pergi ke luar negeri, berangkat haji berkali-kali, harus jadi cendekiawan, menjadi pengusaha besar, menjadi politikus, mendirikan pesantren, adalah sederet keinginan yang pernah dia tuliskan, dan saat ini semuaya sudah teraih.

Selain itu, semangat tidak pernah mengenal lelah dan berpikir akan menjadi orang sukses, juga menjadi bekal lainnya. Menjadi orang berhasil baginya bukanlah karena kebutuhan atau keinginan pamer, tapi karena memang sebuah keharusan mencapai puncak karir.

Dari aktivitas dan prestasinya, Asya diganjar sejumlah penghargaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, mencakup Citra Griya Eksekutif Pembangunan Indonesia 2000 dari Profesi Indonesia; The Best Executive Citra Awards 2000 dari Asean Programe Consultant Indonesia Consortium; Achievement Man of The Year 2001 dari Yayasan Citra Profesi Indonesia; Asean Best Executive Awards 2003-2004 dari Asean Info Sarana.

Penghargaan lainnya adalah Trainer Start & Improve Your Business dari International Labour Organization (ILO); Raising Awarness of the UN Global Counter Terrorism Strategy Among Civil Society in Southeast Asia dari Center on Global Counter terrorism Cooperation; State Finance and Public Policy dari USAID and Democratic Reform Support Program; Trainer Kewirausahaan dan Pengembangan Bisnis dari Entrepreneur College.

Meski sudah banyak usaha yang sukses dijalankannya dan meraih sejumlah penghargaan, ia merasa belum berada di puncak. “Saya masih mendaki, jadi perlu bagaimana semangat agar harus mencapai puncak,” katanya.*

 

Baca pula : Presiden Jokowi Genjot Pemberdayaan Masyarakat

 


Berita Terkait