Digitalisme : Ruang Kehidupan Masa Depan

Senin, 17 Desember 2018 20:59 Admin Opini

Digitalisme : Ruang Kehidupan Masa Depan

 

Koropak.co.id - Digitalisme  Ruang Kehidupan Masa Depan  (1)

 

SAAT orang masih banyak yang mempelajari dan memperdebatkan tentang ideologi ekonomi, seperti kapitalisme, komunisme, dan sosialisme, di saat bersamaan telah lahir ideologi ekonomi yang baru, yaitu ideologi yang tidak memiliki ruang batas dan jarak. Ideologi yang akan meninggalkan jauh bagi siapapun yang tidak bisa mengikuti lompatan-lompatannya. Ideologi yang penuh dengan hal–hal yang sangat unpredictable, yaitu ideologi digitalisme.

Meskipun barangkali ada yang tidak sependapat dengan menggunakan terminologi ideologi, tetapi faktanya ruang kehidupan masa depan kita akan dipenuhi oleh hal–hal yang serba digital. Sedikit hiperbola dalam istilah sastra, mungkin boleh untuk mengilustrasikan suatu keadaan yang tidak bisa dideskripsikan.

Pada kesempatan ini, saya mencoba mengulas tentang jargon–jargon yang akan mengisi ruang kehidupan manusia di masa yang akan datang, yaitu Artificial Intelligence (AI) atau ada juga yang menyebutnya machine learning.

Dalam konsep ini, memasukan jutaan data dan cluedata pada mesin komputasi. Lalu mesin ini akan berpikir sendiri based on input yang telah diberikan. Jadi kunci dalam AI ini ada input berupa big data. Oleh karena itu jangan heran jika perusahaan–perusahaan banyak yang membutuhkan data. Sedikit–sedikit masukan data Anda.

Perusahaan yang memiliki big data ini akan memiliki harga sangat mahal atas aset data yang dimilikinya. Implementasinya bisa terjadi AI yang akan menganalisis pengobatan seorang pasien misalnya, dan diperkirakan tingkat keakurasiannya akan lebih akurat dari dokter. Maka tenaga dokter akan digantikan oleh robot AI ini.

Jargon kedua tentang apa yang disebut dengan Internet of Things (IoT), yaitu seperangkat appliance yang saling terkoneksi dengan sensor dan internet, serta bisa dikendalikan via smartphone. Misalnya jika pakaian bersih di lemari sudah hampir habis, maka sensor lemari akan segera memberi tahu ke laundry langganan kita. Lalu di layar smartphone akan muncul notifikasi pesanan. Kita tinggal klik approve dan tukang laundry segera menjemput pakaian kita.

Selanjutnya ada juga jargon yang disebut Driverless Vehicle, yaitu kendaraan yang bergerak tanpa supir. Misal kereta api tanpa masinis.

Hal ini sebenarnya sudah cukup lama ada di negara-negara maju, dan secara bertahap akan merembet ke negara lainnya.

Di samping itu ada juga yang disebut Digital Payment, yaitu proses pembayaran yang cukup dengan menggunakan smartphone. Caranya cukup dengan menempelkan handphone ke QR Code yang ada di counter kasir, maka terjadilah transaksi pembayaran. Jadi tidak lagi menggunakan kartu atau harus membuka dompet terlebih dahulu.

Lalu muncul lagi yang terbaru Teknologi 5G, yang merupakan teknologi jaringan ponsel kelima yang memiliki kecepatan puncak sampai 20 GB per second. Super cepat sangat memanjakan customer yang selama ini sering merasa lelet dengan smartphone-nya yang hanya memiliki kecepatan rata-rata normal adalah 100 mb per second.

Bayangkan integrasi antara teknologi 5G dengan IoT inilah yang akan banyak menghiasi ruang-ruang kehidupan manusia di masa yang akan datang. Pertanyaannya apakah semua masyarakat kita sudah siap memasuki era ini? Jangan sampai ada istilah “smartphone-nya makin smart, tapi usernya makin bodoh“.

Lihat saja banyak smartphone yang semakin mahal dengan fitur–fitur yang semakin canggih, tapi yang dipakai tetap saja hanya untuk keperluan WhatsApp Messenger dan menelpon saja.

 

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca Koropak, isi dari opini di luar tanggung jawab redaksi. Cara kirim tulisan, klik disini !

 

 


Berita Terkait