BPNT Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya Mandeg?

Rabu, 19 Desember 2018 14:55 D. Farhan Kamil Daerah

BPNT Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya Mandeg?

 

Koropak.co.id - Gejolak Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tasikmalaya nampaknya belum mereda. Setelah diguncang isu tidak sedap dugaan keterlibatan oknum baik dari kalangan sebagai penyalur BPNT, supplier, forum Bumdes, bahkan pemerintah kecamatan, kini masyarakat calon keluarga penerima manfaat (KPM) resah dengan belum diterimanya BPNT. Padahal saat ini sudah memasuki bulan kedua tahap pencairan BPNT.

Seperti di Kecamatan Sukaraja, dari Sekitar 5.000 KPM di Kecamatan Sukaraja, hingga kini tidak dapat menggunakan fasilitas bantuan sosial/BPNT yang diberikan pemerintah pusat melalui Kemensos itu dan memetik manfaat dari "Kanyaah" pemerintah pusat untuk meningkatkan derajat kesehatan kehidupan masyarakat.

Padahal 7 Elektronik Warung Gotongroyong (E-Warong) yang sudah ditunjuk untuk memenuhi kebutuhan KPM di 8 desa di Kecamatan Sukaraja, seluruhnya sudah siap untuk memasok barang barang kebutuhan KPM seperti beras dan telur. Tetapi akibat instruksi dari pihak Kecamatan Sukaraja, seluruh e-warong tidak dapat melayani KPM.

Seperti diutarakan pemilik e-warong Toko Ajeng Janggala, pihaknya sudah menerima pasokan beras dan telur dari suplplier yang bekerjasama sesuai prosedur. Tetapi belum dapat mengeksekusi pasokan tersebut untuk diberikan kepada KPM yang sudah beberapa kali datang dan meminta agar jatah KPM segera dicairkan.

 

BPNT Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya Mandeg 2

 

Senada Dengannya Ranita pemilik e-warong Tiga Putri di Desa Margalaksana mengaku, telah menyediakan bahan-bahan kebutuhan KPM sesuai ketentuan yang diterimanya dari supplier yang telah bekerjasama di atas materai. Namun sesuai instruksi dari pihak kecamatan melalui pemerintah desa, pihaknya belum dapat melayani KPM yang sudah menunggu cukup lama.

"Kasihan masyarakat yang sudah cukup banyak berharap merasakan manfaat dari BPNT ini. Kami sudah dua kali dikumpulkan oleh pihak kecamatan dan meminta proses pencairan BPNT ditahan dulu. Sekalipun terpaksa harus melayani KPM yang hendak mencairkan, alat penggesek kartu kombo kami menolak, artinya kami dihadapkan dengan kendala teknis," ujarnya, Rabu (19/12/2018).

Sementara itu, salah seorang KPM warga Cukang Awi Desa Leuwibudah Kecamatan Sukaraja, Ecin mengaku hingga saat ini belum menerima manfaat dari BPNT. Ia yang juga anggota Program Keluarga Harapan (PKH) mengaku sangat membutuhkan bantuan dan berharap segera dapat menikmati bantuan beras dan telur "kanyaah" pemerintah.

Saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Camat Sukaraja Pambudi, tidak menjawab. *

 

Baca : BPNT Jangan Dihambat

 

 

 


Berita Terkait