Sejahtera dan Makmur, Harga Mati NKRI

Selasa, 25 Desember 2018 19:37 Dedi Sofwan Provinsi

Sejahtera dan Makmur, Harga Mati NKRI

 
Proses implementasi selama 14 tahun
bergerak di bidang ekonomi,
sangat memberikan pengalaman
yang luar biasa, yang memicu spirit
untuk terus bekerja secara nyata,
bekerja untuk memberikan fakta,
demi terwujudnya kesejahteraan
dan kemakmuran di Bumi Pertiwi ini,
karena diyakini, kesejahteraan dan
kemakmuran harga mati bagi NKRI


Koropak.co.id - Ketua Umum Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) sekaligus sebagai Ketua Umum Komunitas Penggerak Ekonomi Rakyat Jokowi Ma’ruf Amin (Koper Jomin), H Ayep Zaki memiliki satu komitmen untuk dapat menggerakkan perekonomian rakyat di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Dijumpai Koropak, Selasa (25/12/2018) H Ayep yang juga Pembina dari Pimpinan Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Barat, sekaligus Komisaris PT Bursatani Global Niaga, menuturkan melalui perekonomian rakyat inilah, kesejahteraan dan kemakmuran di Indonesia dapat terwujud.

"Komitmen tersebut saya pegang bukan tanpa dasar, karena dari implementasi pengalaman saya selama 14 tahun bergerak di bidang ekonomi, khususnya bidang pertanian, membuat saya meyakini para petani di berbagai wilayah di Indonesia sangat terbantu perekonomiannya ketika hasil
panen dari setiap komoditas pertanian yang mereka tanam meningkat 25 hingga 35 persen dari
biasanya," katanya.

 

Koropak.co.id - Sejahtera dan Makmur, Harga Mati NKRI (2)

 

Peningkatan produktivitas pertanian, kata Ayep, didapatkan dari penerapan teknologi nutrisi esensial yang dikembangkannya selama ini. Bahkan, Ayep telah melakukan demplot di berbagai wilayah melalui program seperti Jawa Barat,Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Tengah, dan juga provinsi lainnya yang direspons baik oleh para petani di wilayah tersebut.

"Dengan data hasil penerapan yang saya kerjakan di berbagai wilayah tersebut, membuktikan bahwa penerapan teknologi ini sangat membatu para petani dalam meningkatkan pendapatannya. Jika kita asumsikan bahwa pendapatan bersih petani sebesar Rp 30 juta per tahun, maka dengan peningkatan 35 persen, pendapatan bersih petani meningkat menjadi Rp 40,5 juta per tahun, sehingga ada kelebihan pendapatan sebesar Rp 10,5 juta," ucap Ayep.

 

Koropak.co.id - Sejahtera dan Makmur, Harga Mati NKRI (3)

 

Baca : Ketahanan Pangan Nasional Terus Diupayakan

Peningkatan pendapatan bersih sebesar 35 persen atau senilai dengan Rp 10,5 juta per tahun, kata Ayep, merupakan nilai yang cukup besar untuk menggerakkan perekonomian di wilayah-wilayah tersebut

"Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila program yang saya lakukan ini dikerjakan secara masif, maka pendapatan seluruh petani akan meningkat dan memberikan dampak yang positif, yaitu meningkatnya daya beli petani di Indonesia. Secara otomatis hal ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap iklim ekonomi dan sosial di Indonesia," katanya.

Berdasarkan fakta, ucap Ayep, disimpulkan bahwa meningkatnya produktivitas hasil pertanian, akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan para petani di Indonesia, akan memberikan konsekuensi bahwa kedaulatan pangan pasti terbukti, dan kesejahteraan serta kemakmuran merupakan harga mati bagi NKRI.*

 

Baca : Spirit Jabar Juara Kedaulatan Pangan Harus Terwujud

 


Berita Terkait