Pilihan Pasti Berbeda Tetapi Tetap Bersatu

Sabtu, 29 Desember 2018 16:29 D. Farhan Kamil Provinsi

Pilihan Pasti Berbeda Tetapi Tetap Bersatu

 

Koropak.co.id - Berbeda pilihan dalam Pemilu 2019 nanti, adalah hal yang wajar. Masyarakat diberi pilihan dan bebas untuk menentukan pilihannya sebagai bentuk usaha untuk mencari pemimpin. Tetapi semuanya harus dialasi dengan kesadaran yang mendasar, bahwa hasil akhir nanti tidak terlepas dari qodho dan qodar (ketentuan/ketetapan) Allah SWT.

Yang butuh pencermatan semua pihak saat ini khususnya umat Islam adalah, dalam proses menuju Pileg dan Pilpres nanti itu, ada upaya dan entah skenario siapa yang berusaha membentrok-bentrokkan satu kelompok/golongan masyarakat dengan kelompok/golongan lainnya. Membenturkan antar sesama bangsa. Ini yang harus diantisipasi bersama, jangan sampai bangsa ini mau diadu domba dengan saudaranya sendiri.

Alloh SWT telah memerintahkan umat Islam untuk menjaga kesatuan dan persatuan dan menghindari perpecahan (walaa tafrroquu). Demikian pula Rosulullah SAW pun begitu mengayomi, melindungi non muslim (kafir dzimmi) yang tidak memerangi umat Islam. Berbeda dengan sikap terhadap kafir Harbi yang merusak/memerangi umat Islam.

Demikian hal itu diungkapkan Ketua DPW FPI (Front Pembela Islam) Kabupaten Tasikmalaya, KH. Muhammad Sofyan Anshori, Jumat (29/12/2018) malam.

"Contoh paling kental adalah, bagaimana FPI dengan Banser dipetakonflikkan padahal FPI didominasi orang NU atau umat Islam berhaluan Aswaja, artinya FPI bukanlah musuh. Demikian pula kelompok Islam yang satu dengan yang lainnya, kini begitu kentara menunjukkan ketidakharmonisannya," tuturnya.

 

Baca : Bawaslu Deklarasikan Pemilu Tanpa Fitnah

 

Maka, pertanyaannya adalah ada apa dibalik upaya perpecahan ini. "Saya menangkap ada skenario besar agar umat terpecah di negeri dengan penduduk mayoritas umat Islam dan di negeri kaya raya dengan sumber alamnya yang melimpah dan tidak di miliki bangsa lain. Ada kelompok yang memang tidak menginginkan Indonesia ini bersatu. Apakah targetnya kemudian untuk mengeruk kekayaan Indonesia setelah masyarakatnya berpecah belah dan lemah? Mereka hendak mengail di air keruh," paparnya.

Dikatakan, dalam situasi negara seperti ini, ada yang sadar dan ada pula yang tidak sadar. "Maka salah satu upayanya untuk menjaga keutuhan bangsa ini adalah, mari kita cari titik persamaan bukan mengedepankan perbedaan. Jauhi saling curiga dengan sesama anak bangsa. Inilah salah satu modal utama menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Bagaimana masyarakat bisa mencari kehidupan dengan aman, mendidik anak sebagai generasi bangsa dengan baik jika situasi negeri ini kacau" ujar KH. Muhammad Sofyan Anshori.

 

Baca : Hati Hati Saat Berpendapat

Diakuinya, buah perkembangan teknologi informasi (IT) salah satunya media sosial yang sangat pesat, orang begitu mudah mendapatkan ataupun menyebarkan berbagai informasi yang ada tanpa mengenal batas-batas wilayah, waktu, dan tempat.

Bukan kabar gembira dan kemudahan saja yang didapat dari media sosial, tetapi juga kabar buruk. "Tidak semua informasi yang kita dapat atau bahkan kita sebar adalah benar. Tidak sedikit di antaranya justru informasi yang salah dan menyesatkan. Maka kembali kepada perintah Alloh SWT yakni" Fatabayyun". Ketika ada berita, mari kita periksa kebenarannya sebelum disebar. Ingat! kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT dari apa yang kita perbuat sekecil apapun," terangnya.*

 


Baca : Forum Pontren Deklarasikan Pemilu Aman dan Damai




Berita Terkait