Desa Donor Mata Pertama di Tasikmalaya

Minggu, 30 Desember 2018 20:54 Dede Hadiyana Daerah

Desa Donor Mata Pertama di Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Dalam mendonorkan mata, para pendonor harus siap dan ridho, di saat pendonor mata wafat, dapat mewariskan kornea matanya. Hal itu menjadi wujud amal ibadah pendonor mata dalam memberikan kebermanfaatan meski telah tiada.

Hal tersebut dijelaskan Ketua Bank Mata Jawa Barat Alma Lusiana saat dijumpai Koropak dalam acara deklarasi Desa Siaga Donor Mata yang berlokasi di Lapangan Penenjoan Desa Tenjowaringin Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (30/12/2018).

"Kornea mata kita merupakan salah satu organ tubuh yang tidak bisa digantikan oleh sintetis. Dengan mewariskannya, bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang korneanya rusak sehingga harus diganti dengan kornea yang lain agar dapat melihat kembali seperti sedia kala," ujarnya.

Deklarasi ini, kata Alma, merupakan hal yang sangat luar biasa. Antusias para calon pendonor sangat membanggakan, sehingga Desa Tenjowaringin sangat layak mendapat julukan Desa Siaga Donor Mata.

"Saat ini, yang kebutuhan donor mata sekitar 794 orang. Kendalanya, donor mata itu tidak bisa seperti donor darah, kita harus menunggu waktu. Untuk itu, semakin banyaknya pendonor, maka kemungkinan mendapatkan kornea mata lebih banyak dan lebih cepat," katanya.

 

Koropak.co.id - Desa Donor Mata Pertama di Tasikmalaya (2)

 

Baca : Tenjowaringin Jadi Desa Siaga Donor Mata

 

Kebutuhan tersebut terus meningkat dan tidak dapat diduga. Tahun 2017 lalu, Bank Mata Jawa Barat sudah dapat memasangkan dan melaksakan 99 operasi transplantasi kornea mata yang didapatkan dari luar seperti Sri Langka dan India.

"Deklarasi ini merupakan pertama kali di Tasikmalaya. Pendonor yang sudah terdaftar menjadi pendonor ada 2.000 orang dan bertambah terus," ujarnya.

Donor mata seperti ini, ujar Alma, tidak boleh ada transaksi jual beli karena pendonor telah ikhlas dan sukarela mendonorkan matanya. Hanya saja untuk operasi membutuhkan biaya untuk pengadaan alat-alat khusus yang lebih canggih.

"Organ yang diambil hanya korneanya saja tidak diambil semuanya, jadi tidak akan merusak tampilan yang sudah meninggal. Ingat, organ tidak boleh diperjualbelikan. Donor mata ini, rasa dari rasa kemanusiaan," ucapnya.*

 

Baca : Eddi Brokoli Jadi Duta Donor Mata


Berita Terkait